Jagat media sosial dihebohkan oleh aksi tak biasa seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 23 Januari 2026. Pria bernama Nikita Ponomarenko tersebut tertangkap kamera membentangkan poster tulisan tangan yang berisi permohonan untuk mengikuti trial di klub Persija Jakarta.
Momen viral ini terjadi di tengah pertandingan lanjutan Liga 1 antara Persija Jakarta melawan Madura United. Aksi bule yang berdiri di tribun penonton sambil memegang karton cokelat bertuliskan “PLEASE TRIAL ME PERSIJA” itu sontak menarik perhatian ribuan The Jakmania dan netizen.
Melalui wawancara eksklusif dengan media olahraga BolaSkor.com, Nikita Ponomarenko mengonfirmasi identitasnya dan menjelaskan motivasinya. “Nama saya Nikita. Saya berasal dari Rusia dan saya juga seorang pemain sepak bola profesional,” ujarnya.
Pria berusia 22 tahun ini mengaku memiliki latar belakang sepak bola serius di negara asalnya. “Saya pernah bermain untuk berbagai akademi di Rusia. Saat ini saya berusia 22 tahun,” tambahnya.
Ketertarikan Nikita pada Persija Jakarta bukan tanpa alasan. Ia mengaku sangat terkesan dengan atmosfer sepak bola di Indonesia, terutama saat menyaksikan langsung pertandingan di SUGBK. “Saya sangat menyukai Persija. Saya berada di stadion saat itu dan suasananya sungguh luar biasa karena budaya para suporternya sangat keren,” ungkap Nikita.
Ia bahkan membandingkan suasana di Jakarta dengan kampung halamannya, Moskow. “Suasananya tidak seperti di Moskow, tidak seperti di klub (FC Spartak) atau lainnya. Di sini sangat berisik tentu saja, sangat keren, namun di balik kebisingan itu mereka sangat baik hati,” jelasnya.
Terkait permohonan trial-nya, Nikita menegaskan keseriusannya. Ia tidak sekadar mencari sensasi viral, melainkan benar-benar ingin menunjukkan kemampuannya di hadapan staf pelatih Macan Kemayoran. “Saya sangat serius ingin ikut uji coba. Jika performa saya bagus selama latihan, itu akan luar biasa dan saya siap menandatangani kontrak,” tegas Nikita.
Ia menyadari bahwa pamer kemampuan juggling bola tidak cukup membuktikan kualitas seorang pemain. “Sebab, sekadar pamer juggling itu beda dengan bermain di pertandingan sungguhan. Saya ingin membuktikan kualitas saya di lapangan,” tambahnya.
Menariknya, kehadiran Nikita di Indonesia ternyata bukan khusus untuk mencari klub sepak bola. Ia sedang bertugas sebagai jurnalis untuk meliput ajang turnamen eSports bergengsi, M7 World Championship, yang juga digelar di Jakarta.
Di akhir wawancara, Nikita sempat memamerkan kemampuan bahasa Indonesianya yang terbata-bata namun penuh semangat. Sambil tersenyum, ia mengucapkan kalimat dukungan khas suporter, “Saya dukung Persija,” menutup pernyataannya.
