Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, mendesak seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya untuk transparan dalam melaporkan penggunaan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada masyarakat. Imbauan ini disampaikan Samuel di Desa Bora, Sigi, pada Rabu, 25 Februari 2026.
Samuel menegaskan pentingnya keterbukaan informasi mengenai alokasi dana per porsi MBG. “Saran kami pemerintah daerah kepada SPPG di Sigi agar dapat disosialisasikan terkait anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam satu porsi kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa SPPG harus secara terbuka menginformasikan anggaran Rp10 ribu per porsi MBG untuk anak-anak sekolah. “Jadi, SPPG harus terbuka kepada masyarakat terkait anggaran porsi MBG sekali makan untuk anak-anak sekolah, termasuk penting juga ahli gizi masing-masing SPPG memberikan edukasi jumlah gizi dalam makanan tersebut,” ucap Samuel.
Selain transparansi anggaran, Samuel juga menekankan penggunaan produk lokal. Apabila ada bahan makanan yang telah ditetapkan oleh pusat namun tidak tersedia di daerah, ia mengarahkan agar dicari pengganti dengan nilai dan kandungan gizi yang setara. “Utamakan produk lokal yang ada, sehingga program yang baik ini bisa dirasakan oleh semua pihak,” sebutnya.
Menjelang bulan Ramadhan, Samuel Pongi mengingatkan agar pengantaran menu MBG dilakukan setiap hari. Hal ini untuk menjaga kualitas makanan dan menghindari pembusukan, terutama untuk buah-buahan. “Usahakan pengantaran menu MBG jangan dirapel untuk tiga hari maupun satu minggu, karena kondisi makanan seperti buah-buahan bisa cepat membusuk,” kata dia.
Berdasarkan data dari Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palu, saat ini terdapat 16 unit SPPG yang beroperasi di Kabupaten Sigi. Unit-unit tersebut tersebar di beberapa kecamatan, meliputi Sigi Biromaru, Nokilalaki, Kulawi, Gumbasa, Dolo Barat, Dolo, Kinovaro, dan Marawola.
