Aktris Bunga Zainal membagikan kisah haru di balik prosesi pemakaman sang ayah, Sapuri bin Husein, yang berpulang pada Rabu (6/5/2026). Di tengah duka mendalam yang menyelimuti keluarga, terungkap bahwa sang ibunda telah menyiapkan makam bersebelahan dengan mendiang suami di TPU Tanah Kusir.
Pilihan Makam Penuh Makna
Bunga Zainal menjelaskan bahwa lokasi pemakaman di TPU Tanah Kusir merupakan pilihan tulus dari sang ibunda. Keputusan tersebut didasari keinginan kuat sang ibu untuk tetap bersama suaminya, bahkan hingga akhir hayat.
“Iya, karena Papa tuh sebenernya ada tanah wakaf, tapi balik lagi Mama sudah menyiapkan, sebelumnya tuh Mama sudah menyiapkan sendiri kuburannya dan maunya bersebelahan nanti sama Papa gitu,” ujar Bunga Zainal, mengutip keinginan ibunya.
Keluarga pun sepakat untuk menghormati dan mengikuti keputusan tersebut. “Jadi keluarga sih menyerahkan saja sama Mama. Mama sudah pesan maunya bersebelahan biar nanti insya Allah Mama bisa ketemu sama Papa. Jadi ini memang atas permintaan Mama sendiri,” lanjut Bunga, menegaskan kesetiaan sang ibu.
Pendampingan Tak Kenal Lelah
Kesetiaan sang ibunda juga terlihat jelas selama almarhum Sapuri bin Husein berjuang melawan penyakit kanker. Bunga Zainal menyoroti peran besar ibunya yang tak pernah absen mendampingi sang ayah hingga detik-detik terakhir.
“Pasti sih, yang paling banyak usaha kan pasti dari Mama ya. Mama dampingi Papa terus, karena memang Papa tuh kayak sampai di akhir hayat tuh pengennya deket Mama,” jelas Bunga.
Menurut Bunga, kehadiran sang ibu menjadi sumber kekuatan terbesar bagi almarhum. “Jadi yang sangat berjuang buat Papa pastinya paling besar selain anak-anak ya Mama. Kita sudah ikhlas ya,” tambahnya.
Momen Perpisahan Terakhir
Momen haru juga terjadi saat-saat terakhir di rumah. Bunga Zainal menceritakan bagaimana sang ayah, melalui isyarat, ingin memastikan semua anak-anaknya telah berkumpul. Sang ibu dengan penuh ketelatenan membimbing momen perpisahan tersebut.
“Tapi terakhir memang dia kasih kode buat kita tuh kayak kumpul, sebutin satu-satu (anaknya) gitu. Jadi Mama mungkin lebih paham ya, jadi Mama sudah sebutin ‘oh anaknya dari pertama sampai terakhir nggak ada yang tersisa, udah kumpul’,” paparnya.
Sebagai anak-anak, Bunga dan saudara-saudaranya berupaya memberikan dukungan penuh kepada sang ibu. “Kita anak-anaknya nurutin aja, support Mama. Pokoknya yang paling terpukul kan pasti Mama. Jadi anak-anaknya support aja gitu,” pungkas Bunga Zainal.
