Petugas gabungan dari Imigrasi dan Kepolisian menggerebek sebuah unit Apartemen Baloi View, Lubuk Baja, Kota Batam, pada Rabu (6/5) pagi. Ratusan warga negara asing (WNA) diamankan dalam operasi tersebut atas dugaan keterlibatan dalam praktik penipuan daring (online scam).

Dalam operasi yang mengejutkan warga setempat itu, aparat menyita puluhan komputer serta perlengkapan kantor yang diduga kuat menjadi alat penunjang aktivitas ilegal. Seluruh WNA yang terjaring langsung dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Kesaksian Warga: Aktivitas Tertutup dan Mencurigakan

Penggerebekan yang berlangsung sejak pagi hari ini menarik perhatian warga dan penghuni apartemen lain. Rini (34), salah seorang penghuni, mengaku melihat pergerakan petugas dalam jumlah besar yang kemudian membawa turun banyak orang asing dari unit tersebut.

Senada dengan Rini, warga lain berinisial Aa (41) mengungkapkan bahwa unit yang digerebek memang menunjukkan aktivitas mencurigakan. “Memang agak mencurigakan, jarang keluar, tetapi aktivitas di dalam seperti ramai. Kami tidak tahu persis mereka kerja apa,” tuturnya.

Pendalaman Intelijen Keimigrasian

Kepala Kantor Imigrasi Batam, Wahyu Eka Putra, mengonfirmasi bahwa operasi ini merupakan hasil pengembangan dari intelijen keimigrasian serta laporan masyarakat yang resah. Pihak Imigrasi masih melakukan pendataan pasti terkait kewarganegaraan dan jumlah total individu yang diamankan, meski membenarkan jumlahnya mencapai ratusan.

Saat ini, ratusan WNA tersebut sedang menjalani pemeriksaan dokumen keimigrasian serta pendalaman peran dalam dugaan tindak pidana penipuan daring. Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan, menyatakan keterangan lebih rinci akan disampaikan langsung oleh Direktorat Jenderal Imigrasi pusat. “Nanti akan dirilis secara resmi. Informasinya Pak Dirjen yang akan menyampaikan,” ujar Guntur saat dihubungi.

Hingga berita ini diturunkan, aparat masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan sindikat internasional dalam praktik scam ini. Batam diduga menjadi salah satu titik operasional karena letak geografisnya yang strategis. Pihak berwenang berkomitmen untuk menindak tegas setiap pelanggaran hukum yang dilakukan oleh warga asing di wilayah Indonesia.