Menteri Komunikasi Malaysia, Fahmi Fadzil, mengusulkan pengaktifan kembali jaringan media di kawasan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Langkah ini bertujuan untuk lebih menggaungkan kepentingan negara-negara anggota perhimpunan tersebut di kancah global.

“Saya percaya sebelumnya pernah ada jaringan organisasi berita di ASEAN, namun mungkin sudah lama tidak aktif. Saya berharap kita dapat mengaktifkan kembali jaringan tersebut,” kata Fahmi Fadzil dalam sesi wawancara di sela pelaksanaan Program Kasih Ramadhan di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (10/3/2026).

Fahmi menjelaskan, Malaysia akan menjadi tuan rumah Hari Wartawan Nasional (Hawana) 2026 pada Juni mendatang, sebuah acara yang serupa dengan Hari Pers Nasional (HPN) di Indonesia. Momentum ini diharapkan dapat menjadi titik tolak pengaktifan kembali jaringan media ASEAN.

Dalam kesempatan tersebut, Fahmi berencana mengundang Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid, serta para pimpinan organisasi media dari Malaysia dan Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia dan Indonesia (Iswami). Selain itu, undangan juga akan dilayangkan kepada negara-negara anggota ASEAN lainnya.

“Saya berharap melalui Hawana tahun ini kita dapat mengaktifkan kembali jaringan (media ASEAN) demi kepentingan ASEAN secara keseluruhan,” ujarnya.

ASEAN sendiri merupakan kawasan yang memiliki potensi besar, dengan sekitar 660 juta penduduk yang memiliki daya beli kuat. Kawasan ini juga dikenal sebagai jalur perdagangan dan pelayaran yang sangat strategis. Anggota ASEAN meliputi Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja, dan Timor-Leste.