SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang diprediksi melanda hampir seluruh wilayah Jawa Timur pada Rabu, 4 Maret 2026. Berdasarkan pemodelan cuaca terbaru, Jawa Timur kini berstatus SIAGA terhadap potensi dampak hujan lebat hingga sangat lebat.

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang tidak stabil. Aktivitas Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah menjadi salah satu penyebab utama.

Selain itu, adanya gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby turut mempercepat pertumbuhan awan konvektif yang masif. Kombinasi faktor-faktor ini meningkatkan risiko cuaca buruk di berbagai daerah.

Wilayah Siaga Hujan Sangat Lebat di Jawa Timur (4 Maret 2026)

BMKG mengimbau masyarakat di 38 kabupaten/kota untuk waspada. Fokus utama peringatan ini ditujukan pada wilayah-wilayah berikut:

Zona WilayahDaerah Terdampak Utama
Jatim BaratPacitan, Ponorogo, Magetan, Ngawi, Madiun
Jatim TengahKediri, Jombang, Nganjuk, Malang Raya, Blitar
Jatim TimurLumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo
Utara & MaduraSurabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Bangkalan, Sumenep

Potensi Bencana Hidrometeorologi

Kombinasi hujan sangat lebat dan angin kencang berpotensi memicu sejumlah bencana hidrometeorologi. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko-risiko ini:

  • Banjir bandang dan genangan air di wilayah perkotaan.
  • Tanah longsor di wilayah pegunungan dan tebing curam.
  • Pohon tumbang akibat angin kencang dan puting beliung.
  • Hujan es di beberapa titik lokal.

“Kami meminta masyarakat untuk rutin memantau pergerakan awan melalui aplikasi Info BMKG dan menghindari aktivitas di luar ruangan jika terjadi cuaca mendung pekat,” tambah Taufiq Hermawan.

Bagi pengendara yang melintasi jalur pegunungan seperti Payung (Batu) atau jalur lintas selatan, diharapkan ekstra waspada terhadap berkurangnya jarak pandang dan jalanan licin. Pihak otoritas pelabuhan juga diminta mewaspadai tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Timur yang dapat meningkat akibat pengaruh Bibit Siklon 90S.

sumber gambar: Freepik.com