JEC Eye Hospitals and Clinics memulai pembangunan JEC BALI @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali, pada Sabtu (14/2/2026). Fasilitas ini akan menjadi sentra kesehatan mata pertama di KEK Sanur yang mengusung konsep ‘Blue Hospital’ berstandar global, bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata kesehatan dunia.
Presiden Direktur JEC Group sekaligus Presiden Direktur PT Nitra Sanata Bali (NSB), DR. Dr. Johan A. Hutauruk, menyatakan bahwa kehadiran JEC BALI @ Sanur merupakan dukungan nyata terhadap visi pemerintah.
“Peresmian KEK Sanur merupakan langkah bersejarah pemerintah dalam memperkokoh peran strategis Indonesia sebagai international health and wellness destination. Mendukung itu, JEC sebagai pemimpin layanan oftalmologi selama lebih dari empat dekade di Indonesia, akan menghadirkan JEC BALI @ Sanur – dengan mengombinasikan dokter subspesialis mata berpengalaman, teknologi bedah mata terkini, serta rekam jejak inovasi yang telah memajukan dunia kesehatan mata nasional,” ungkap DR. Dr. Johan A. Hutauruk.
Kehadiran JEC BALI @ Sanur diharapkan dapat menguatkan peran Bali dan Indonesia dalam ranah wisata kesehatan global. Riset IMARC Group menunjukkan pasar wisata kesehatan di Indonesia mencapai USD 1,7 miliar pada 2024 dan diproyeksikan tumbuh hingga USD 9,6 miliar pada 2033.
Bali sendiri telah menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara. Data BPS Provinsi Bali mencatat, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sepanjang 2025 mencapai 6.948.754, meningkat 9,72 persen dibandingkan 2024.
“Melalui konsep ‘Blue Hospital’ yang akan diimplementasikan, kami berharap pasien di JEC BALI @ Sanur tidak hanya mendapatkan kesembuhan medis, tetapi juga pengalaman ‘healing’ yang menyeluruh berkat dukungan sistem bangunan cerdas dan lingkungan yang ramah,” lanjut DR. Dr. Johan A. Hutauruk.
JEC BALI @ Sanur akan dibangun di atas lahan seluas 6.200 meter persegi dengan luas bangunan keseluruhan 12.000 meter persegi, terdiri dari empat lantai dan semi-basement. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2027 dan diharapkan melayani 30.000 kunjungan pada tahun pertama operasionalnya.
Pasar yang disasar tidak hanya lokal Bali, tetapi juga domestik Indonesia segmen menengah ke atas, komunitas ekspatriat, dan pasien mancanegara.
Kredibilitas Global JEC Group
JEC Eye Hospitals and Clinics memiliki kredibilitas internasional yang luas. JEC merupakan bagian dari World Association of Eye Hospitals (WAEH), asosiasi rumah sakit mata global, dan menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang duduk sebagai board member.
Selain itu, JEC juga merupakan co-founder ASEAN Association of Eye Hospital (AAEH), sebuah forum kolaborasi rumah sakit mata di Asia Tenggara. Komitmen terhadap standar mutu internasional ini dibuktikan dengan akreditasi Joint Commission International (JCI) empat kali berturut-turut pada 2014, 2017, 2020, dan 2023, menjadikan JEC satu-satunya rumah sakit mata di Indonesia dengan pencapaian tersebut.
Gubernur Provinsi Bali, I Wayan Koster, menyambut baik inisiatif ini.
“Kami menyambut baik kehadiran JEC BALI @ Sanur sebagai wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengembangkan KEK Sanur. Fasilitas kesehatan mata berstandar internasional ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Bali, tetapi juga memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi wisata kesehatan kelas dunia. Kami optimistis kehadiran JEC BALI @ Sanur akan membawa multiplier effect yang positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar I Wayan Koster.
Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality), Christine Hutabarat, memandang JEC BALI @ Sanur sebagai penguat daya saing KEK Sanur.
“Terobosan InJourney Hospitality, sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola The Sanur, bersama JEC Eye Hospitals and Clinics ini menjawab kebutuhan ribuan masyarakat Indonesia terhadap sentra kesehatan mata berkualitas di Tanah Air. Kolaborasi dengan top-notch international brand guna menghadirkan best technology and medicines menjadi bukti komitmen InJourney Hospitality dalam mewujudkan international health and wellness destination di Indonesia. Melalui pencapaian ini, kami percaya akan membawa manfaat signifikan bagi peningkatan kualitas kesehatan serta pertumbuhan perekonomian Indonesia,” ujar Christine Hutabarat.
Pembangunan JEC BALI @ Sanur sejalan dengan visi pengembangan KEK Sanur sebagai destinasi kesehatan dan kebugaran internasional yang mengintegrasikan layanan kesehatan berstandar global dengan ekosistem pariwisata kelas dunia.
Konsep ‘Blue Hospital’ yang Inovatif
JEC BALI @ Sanur mengadopsi konsep ‘Blue Hospital’, sebuah pendekatan desain dan operasional rumah sakit masa depan yang menyatukan prinsip ‘smart’ (pintar) dan ‘green’ (hijau) secara utuh. Konsep ini dikembangkan oleh Deerns, konsultan engineering dan perancang fasilitas kesehatan global.
‘Blue Hospital’ menitikberatkan pada enam aspek inti: sentralitas pasien, hasil kesehatan yang optimal, efisiensi biaya, kesejahteraan manusia (baik pasien maupun tenaga medis), keberlanjutan lingkungan, serta kecerdasan bangunan. Implementasinya bertujuan menciptakan ekosistem penyembuhan (healing environment) yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga humanis.
Secara operasional, JEC BALI @ Sanur akan bertumpu pada tiga pilar utama:
- Pilar manusia (people): mengutamakan kesehatan dan kesejahteraan pasien serta staf medis untuk menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kualitas layanan.
- Pilar keberlanjutan (sustainability): mengintegrasikan sistem hemat energi dan penggunaan material ramah lingkungan guna menekan jejak karbon.
- Pilar efisiensi (operational efficiency): menggunakan data real-time untuk meningkatkan reliabilitas layanan.
Guna mewujudkan itu, beberapa fitur akan diaplikasikan dengan tujuan mendukung mobilitas dan kenyamanan pengguna di dalam rumah sakit. Antara lain, smart parking untuk kemudahan akses, smart lighting berbasis deteksi gerak guna efisiensi energi, hingga pemasangan sensor kualitas udara di ruang-ruang strategis untuk memastikan lingkungan yang sehat dan aman bagi tindakan medis maupun pemulihan pasien.
Layanan Kesehatan Mata Komprehensif
Dari segi fasilitas, JEC BALI @ Sanur akan menyediakan layanan komprehensif, antara lain:
- FLACS (Semi-robotic Cataract Surgery): teknologi semi-robotik canggih untuk bedah katarak presisi tinggi dengan pemulihan lebih cepat dan hasil penglihatan yang lebih optimal.
- SMILE PRO, LASIK & Implantable Collamer Lens (ICL): koreksi penglihatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
- Glaucoma: diagnosis dan penanganan glaukoma yang canggih untuk mencegah kehilangan penglihatan dan menjaga kesehatan mata.
- Vitreo-retina: layanan retina dan vitreus yang komplet, meliputi tindakan bedah, injeksi, dan terapi laser dengan dukungan teknologi mutakhir.
- Myopia Control Center: layanan pengendalian miopia untuk mengelola dan memperlambat progresivitas miopia secara efektif.
- Dry Eye Center: perawatan mata kering yang menyeluruh dengan diagnostik modern dan rencana terapi yang dipersonalisasi untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas penglihatan.
DR. Dr. Johan A. Hutauruk menutup dengan harapan besar terhadap proyek ini.
“Hadirnya JEC BALI @ Sanur bukan sekadar penambahan satu sarana kesehatan semata, tetapi tentang membangun ekosistem kesehatan mata yang berkelanjutan dan inklusif. Kami berharap berdirinya JEC BALI @ Sanur di KEK Sanur dapat mengurangi tren medical outbound di kalangan masyarakat, sekaligus menarik wisatawan mancanegara, sehingga Indonesia semakin dipercaya sebagai sentra kesehatan mata dunia yang mumpuni,” tutup DR. Dr. Johan A. Hutauruk.
