Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam pada sesi pertama perdagangan Rabu (4/3/2026). Indeks acuan ini sempat menyentuh level 7.585, anjlok 4,47 persen dari posisi pembukaan di angka 7.896.

Penurunan drastis IHSG ini disebut-sebut sebagai dampak langsung dari memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama setelah Iran dikabarkan menutup Selat Hormuz. “Ini merupakan dampak dari eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas, dan Iran menutup selat Hormuz yang menyebabkan kekhawatiran munculnya krisis Energi,” jelas Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy.

Dalam tiga hari terakhir, IHSG memang konsisten ditutup di zona merah, menyusul pecahnya perang antara AS-Israel melawan Iran. Tercatat, IHSG telah mengalami penurunan lebih dari 7 persen selama periode tersebut.

Koreksi IHSG hari ini sejalan dengan pergerakan bursa saham di kawasan Asia Pasifik lainnya yang juga terpukul. Indeks KOSPI Korea Selatan mencatat penurunan paling tajam, mencapai 12,46 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong juga sempat terkoreksi 3,08 persen, dan Nikkei 225 Jepang anjlok cukup dalam hingga 4,67 persen.

sumber gambar: jatimnow.com