Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, kini tengah menyiapkan sistem penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) berbasis digital. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, serta mempermudah proses pengaduan dan pemantauan terhadap PMKS.

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Muzakir Walad, menjelaskan bahwa digitalisasi ini krusial untuk pembaruan data. “Sistem ini bertujuan agar kami bisa memperbarui data PMKS setiap saat atau secara real-time,” kata Muzakir di Mataram, Selasa (24/3/2026).

Konsep digitalisasi penanganan PMKS ini merupakan bagian dari program nasional. Kota Mataram bahkan telah ditetapkan sebagai salah satu kota percontohan dalam penerapan digital public infrastructure untuk penyaluran bantuan sosial yang terintegrasi dan berbasis data.

Perbaikan Mekanisme Pendataan dan Pendampingan

Penguatan sistem digital ini diarahkan untuk memperbaiki mekanisme pendataan dan pendampingan PMKS di Kota Mataram. Sistem ini akan mencakup sekitar 30 kategori PMKS, mulai dari anak terlantar, penyandang disabilitas, lansia terlantar, fakir miskin, tuna susila, pengemis, pemulung, hingga korban bencana dan korban kekerasan.

Melalui program digitalisasi ini, peran potensi dan sumber kesejahteraan sosial akan dioptimalkan melalui pencatatan berbasis data. Hal ini memungkinkan pemantauan perkembangan masyarakat yang telah ditangani melalui pendampingan maupun rehabilitasi.

Muzakir menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dengan berbagai unsur sosial kemasyarakatan untuk menekan persoalan kemiskinan struktural di Kota Mataram. “Penanganan PMKS tidak semata-mata melalui tindakan, akan tetapi kami lebih mendorong untuk pendampingan humanis,” ujarnya.

“Bale Harum” Jadi Pusat Penanganan PMKS

Lebih lanjut, Muzakir menambahkan bahwa “Bale Harum” akan difungsikan sebagai pusat penanganan dan rehabilitasi PMKS. Melalui fasilitas ini, pemerintah daerah akan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak terkait.

“Bale Harum akan kami optimalkan menjadi pusat penanganan PMKS guna mendorong upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di kota ini,” tegas Muzakir.