Bupati Jember Muhammad Fawait menyerap aspirasi masyarakat Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, melalui program unggulannya, Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desaku), pada Senin (5/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, Gus Fawait berdialog langsung dengan pengurus RT/RW, Kader Posyandu, hingga anggota Linmas, menegaskan peran vital mereka sebagai garda terdepan pemerintahan.

Garda Terdepan Pelayanan Publik

Gus Fawait menekankan bahwa RT, RW, dan Kader Posyandu merupakan ujung tombak pemerintahan yang paling dekat dengan rakyat. Oleh karena itu, apresiasi layak diberikan kepada mereka yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik dan kesehatan.

Ia menjelaskan, program Bunga Desaku bukan sekadar seremonial, melainkan wadah nyata untuk mendengar langsung keluhan dan harapan masyarakat. “Semakin banyak masyarakat yang terjangkau, aspirasi yang masuk akan semakin riil sesuai kebutuhan di bawah. Jangan sampai pemerintah membuat kebijakan warna putih, padahal masyarakat butuhnya warna biru atau pink,” ucap Gus Fawait.

Berbagai isu krusial mencuat, mulai dari jaminan kesejahteraan bagi para penggerak desa hingga akses kesehatan yang lebih merata. Aspirasi ini akan menjadi masukan berharga bagi Bappeda dan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan di Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) 2026 dan APBD 2027.

Pemerataan Ekonomi dan Pertumbuhan Impresif

Dalam kesempatan itu, Gus Fawait juga memaparkan filosofi di balik pemerataan ekonomi melalui Bunga Desaku. Ia menekankan pentingnya Government Expenditure atau belanja pemerintah yang tidak hanya terpusat di satu titik. Anggaran APBD diharapkan tersebar hingga ke pelosok kecamatan dan desa.

“Ini bukan blusukan biasa. Tujuannya adalah pemerataan pertumbuhan ekonomi. Kita ingin APBD memancing perputaran uang di tingkat bawah agar masyarakat di pelosok juga merasakan dampaknya,” ungkapnya.

Kabar gembira juga disampaikan terkait kondisi ekonomi Jember. Gus Fawait mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Jember pada tahun 2025 merupakan yang tertinggi di Jawa Timur. Lebih lanjut, Kabupaten Jember mencatatkan kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 36 persen, juga yang tertinggi di provinsi tersebut.

“Luar biasanya, PAD kita naik pesat tanpa menaikkan pajak. Bahkan beberapa pajak justru kita turunkan. Inilah yang kita sebut Jember Istimewa,” tegas Gus Fawait.

Target Jember Ramah Investasi

Ke depan, Gus Fawait memasang target tinggi untuk menjadikan Jember sebagai kabupaten yang ramah investasi. Saat ini, nilai investasi yang masuk telah menembus angka Rp2,5 triliun. Menurutnya, kunci utama pengentasan kemiskinan adalah kombinasi antara belanja pemerintah yang tepat sasaran dan investasi yang kuat.

“Semakin banyak investasi, lapangan kerja akan terbentuk, pengangguran turun, dan otomatis kemiskinan akan berkurang. Kita ingin masyarakat Jember lebih sejahtera di masa depan,” tegasnya.