Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) pada Selasa, 24 Februari 2026, merilis daftar 14 nama yang berpotensi menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU mendatang. Dua nama besar yang masuk dalam bursa ini adalah petahana Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, serta Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Peneliti Insantara, Wildan Efendy, menjelaskan bahwa penetapan kandidat tersebut didasarkan pada tiga aspek utama: tingkat popularitas, rekam jejak, dan hasil wawancara mendalam dengan pengurus serta warga NU.

Empat Klaster Kandidat Ketua Umum PBNU

Berdasarkan analisis tersebut, Insantara membagi 14 nama kandidat ke dalam empat klaster berbeda:

  • Klaster Internal PBNU: Meliputi Gus Yahya, Mohammad Nuh, Syaifullah Yusuf, dan Zulfa Mustofa.
  • Klaster Pengurus Wilayah NU (PWNU): Di dalamnya terdapat Abdul Ghaffar Razin, Abdul Hakim Mahfudz, dan Juhadi Muhammad.
  • Klaster Tokoh NU dan Pesantren: Berisi Imam Jazuli, Abdussalam Shohib, Yusuf Chudlori, dan Marzuqi Mustamar.
  • Klaster Tokoh Politik dan Pemerintahan: Mencakup Cak Imin, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Wildan Efendy juga menyoroti kuatnya aspirasi dari pengurus wilayah, cabang, dan warga kultural NU untuk adanya transisi kepemimpinan di tubuh PBNU.

“Desakan transisi kepemimpinan PBNU yang sangat kuat dari PWNU, PCNU, dan aspirasi warga NU menjadi salah satu indikator keinginan besar lahirnya nakhoda baru di tubuh PBNU,” ujar Wildan.

Sebelumnya, rapat pleno PBNU telah menyepakati bahwa Muktamar ke-35 NU dijadwalkan akan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026.