Rumah Sakit H Moh Ruslan (RS HMR) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), saat ini tengah menangani sepuluh pasangan suami istri (pasutri) dalam program bayi tabung. Menariknya, peminat program ini tidak hanya datang dari NTB, tetapi juga dari mancanegara seperti Inggris dan Belanda.

Direktur Utama RS HMR Kota Mataram, dNK Eka Nurhayati, menjelaskan bahwa dari sepuluh pasutri yang ditangani, beberapa di antaranya berasal dari luar negeri. “Program bayi tabung yang sudah jalan baru 10 orang, dan kini sedang menjalani beberapa tahapan,” kata Eka di Mataram, Jumat (06/03/2026).

Ia menambahkan, sebagian besar pasien mancanegara merupakan pasutri campuran, di mana salah satu pasangannya adalah warga lokal yang menetap di luar negeri namun memilih RS HMR Mataram untuk program ini. Eka Nurhayati menyatakan kebanggaannya atas minat warga asing terhadap program bayi tabung di RS HMR.

“Hal itu tentu menjadi salah satu hal yang membanggakan, karena program kami dilirik juga oleh warga luar negeri,” ujarnya. Meskipun belum ada laporan kelahiran bayi (take home baby) hingga saat ini, minat masyarakat terhadap program ini terus meningkat.

“Hingga saat ini tercatat puluhan pasien antre untuk menjalani proses program bayi tabung,” ungkap Eka. Ia menjelaskan, setiap pasien harus melalui serangkaian pemeriksaan menyeluruh dan berbagai terapi, seperti terapi A, B, C, dan D, sebelum memulai proses utama.

“Penilaian mendalam juga dilakukan untuk menentukan apakah seorang pasien benar-benar membutuhkan program bayi tabung atau bisa melalui metode lain,” jelasnya. Eka berharap, sepuluh pasien yang sedang ditangani saat ini dapat menunjukkan perkembangan signifikan, menjadikan RS HMR Mataram sebagai alternatif tujuan bagi pasutri yang mendambakan keturunan.

Sumber Gambar: (https://kilatnews.co/wp-content/uploads/2026/03/follow.webp)