Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengambil langkah strategis dengan meresmikan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan (SMKB) serta dua Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Unusa untuk memperkuat komitmennya pada keberlanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan visi Islamic Sustainable Digital Health and Education University 2030.

Pendirian SMKB dan PPDS ini juga menegaskan dedikasi Unusa terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, menjelaskan bahwa SMKB akan menjadi pusat pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi yang berfokus pada keberlanjutan.

SMKB: Pusat Inovasi Pendidikan Berkelanjutan

SMKB dirancang untuk menaungi seluruh program pascasarjana, pendidikan profesi, dan program pengembangan eksekutif Unusa di bidang manajemen, kesehatan, dan kebijakan berkelanjutan. Prof. Tri Yogi Yuwono menekankan pentingnya peran kampus dalam masyarakat.

“Unusa tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kampus harus menjadi pusat solusi, bukan sekadar pusat pengetahuan,” tegas Rektor Tri Yogi dalam Pidato Awal Tahun 2026 di Kampus B Unusa Tower.

Kurikulum SMKB akan dikembangkan secara adaptif, mencakup mata kuliah terkait keberlanjutan. Selain itu, SMKB juga akan membina Pendidikan Profesi Ners dan Pendidikan Profesi Bidan, serta menginisiasi Program Pendidikan Eksekutif (PPE) di bidang Keberlanjutan.

Wakil Rektor I Unusa, Prof. Ahmad Rusdiansyah, menambahkan bahwa SMKB juga akan menyelenggarakan Program Pelatihan Bersertifikasi, seperti Sustainable Leadership dan ESG. “Pelatihan ini wajib bagi perusahaan, sehingga mahasiswa harus dibekali kemampuan itu untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja,” ujarnya.

Penguatan Pendidikan Kedokteran dengan PPDS Baru

Di sektor pendidikan kedokteran, Fakultas Kedokteran Unusa memperkuat perannya dengan mengembangkan dua Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru, yaitu PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi serta PPDS Obstetri dan Ginekologi. Langkah ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan pada pemenuhan kebutuhan dokter spesialis nasional dan peningkatan mutu layanan kesehatan di Indonesia.

Dekan FK Unusa, Handayani, mengungkapkan bahwa Unusa menargetkan peserta PPDS dari berbagai daerah di Indonesia. Harapannya, para lulusan PPDS ini mampu mendukung program pemerintah dalam pemerataan tenaga dokter spesialis di seluruh wilayah.

Melalui berbagai pengembangan ini, Unusa menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, berkelanjutan, dan bermakna bagi kemajuan Indonesia.