Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menegaskan komitmennya untuk melindungi atlet berprestasi dari potensi kepindahan ke provinsi lain. Penegasan ini sejalan dengan permintaan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, agar seluruh pihak memastikan masa depan atlet terjamin.
Sujarwanto Dwiatmoko menyatakan, perhatian serius terhadap kesejahteraan dan masa depan atlet merupakan kunci utama agar mereka tetap membela Jawa Tengah. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri acara pemberian tali asih kepada atlet taekwondo berprestasi di Gedung PGRI, Kompleks GOR Wujil Ungaran, Kabupaten Semarang, pada Sabtu (21/2).
“Kami mengapresiasi pengurus cabor yang sudah bisa secara mandiri memberikan tali asih seperti Pengprov Taekwondo Jateng ini,” kata Sujarwanto, mengapresiasi inisiatif cabang olahraga.
Ia menyoroti prestasi membanggakan atlet taekwondo Jawa Tengah di kancah nasional maupun internasional. Pada ajang SEA Games 2025, atlet taekwondo Jateng berhasil menyumbangkan satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu bagi kontingen Indonesia. Sementara itu, di PON Beladiri, mereka mempersembahkan empat emas, enam perak, dan sembilan perunggu untuk Jawa Tengah.
Lebih lanjut, Sujarwanto menambahkan bahwa KONI Jateng bertekad untuk memikirkan masa depan para atlet agar tidak menghadapi kesulitan di masa tua. Ia berharap negara dapat memberikan ruang hidup yang layak bagi profesi atlet.
Senada dengan Ketua KONI Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi meminta seluruh pengurus cabang olahraga untuk memastikan atlet berprestasi tidak hengkang ke daerah lain. Menurutnya, perlindungan dapat diwujudkan melalui pemberian apresiasi dan perhatian yang konkret.
“Saya berpesan kepada KONI Jateng dan pengurus masing-masing cabor, jangan sekali-kali atlet kita yang berprestasi kabur dari Provinsi Jawa Tengah,” ujar Luthfi, menekankan pentingnya menjaga aset daerah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjut Luthfi, berkomitmen mendukung pengembangan olahraga melalui pembinaan berjenjang, peningkatan sarana dan prasarana, serta dukungan anggaran. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka, Pemprov akan memberikan tali asih sebesar Rp150 juta dan mengundang para atlet berprestasi ke provinsi pada 5 Maret 2026.
