Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan bahwa perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi prioritas utama dalam upaya menekan angka kemiskinan, khususnya di Kabupaten Donggala. Pernyataan ini disampaikan Anwar Hafid dalam rapat kerja daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Donggala.

“Kalau mau selesaikan kemiskinan, pertama perbaiki dulu rumahnya,” kata Anwar Hafid dalam keterangannya di Palu, Minggu (1/3/2026). Ia menambahkan bahwa masih banyaknya RTLH yang ditempati masyarakat menjadi salah satu penghambat utama penurunan angka kemiskinan di Sulawesi Tengah.

Berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), tercatat 4.846 kepala keluarga di Kabupaten Donggala masuk kategori miskin ekstrem. Oleh karena itu, Gubernur meminta pemerintah daerah segera melakukan verifikasi dan validasi data. Langkah ini penting untuk mengidentifikasi keluarga yang tinggal di RTLH sebagai dasar intervensi program pengentasan kemiskinan melalui bedah rumah.

Anwar Hafid juga menyatakan bahwa Kabupaten Donggala akan dijadikan proyek percontohan bagi kabupaten lain dalam program transformasi RTLH menjadi rumah layak huni. “Ini yang harus kita kerjakan pertama untuk menyelesaikan kemiskinan,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur mendorong pemerintah daerah untuk konsisten menggunakan DTSEN sebagai acuan perencanaan pembangunan berbasis data. Hal ini bertujuan agar setiap program yang dijalankan dapat lebih efektif dan tepat sasaran.

Melalui rapat kerja daerah yang melibatkan seluruh kepala perangkat daerah provinsi, Anwar Hafid menekankan komitmen pemerintah provinsi sebagai sistem pendukung bagi pemerintah kabupaten. Ia menyoroti pentingnya penyelarasan program dan kebijakan antara provinsi dan kabupaten demi pembangunan yang efektif, terukur, dan tepat sasaran, terutama dalam percepatan penurunan angka kemiskinan.

Sebagai wujud konkret dukungan tersebut, pemerintah provinsi secara simbolis menyerahkan bantuan pangan berupa 25 ton beras kepada Bupati Donggala Vera Laruni. Bantuan ini akan disalurkan kepada warga yang membutuhkan di wilayah tersebut.