Seorang warga Kabupaten Tangerang bernama Wawan tewas terlindas truk pengangkut tambang di kawasan Parung Panjang pada Rabu (18/2/2026). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan keprihatinannya atas insiden berulang ini, mengingatkan risiko kecelakaan fatal akibat aktivitas ilegal yang terus terjadi.
Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menduga truk bernomor polisi W yang melindas korban beroperasi secara ilegal. Ia menyoroti Parung Panjang yang selama ini menjadi jalur rawan bagi lalu lintas kendaraan tambang dan kerap menimbulkan masalah.
“Aktivitas angkutan tambang yang tidak tertib berpotensi menimbulkan korban jiwa berulang. Kalau ini terus dibiarkan, horor di Parung Panjang akan terjadi lagi dan nyawa bisa berjatuhan setiap waktu,” tegas KDM.
Ia menekankan pentingnya menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan perlindungan fasilitas publik dan keselamatan masyarakat. KDM mengingatkan bahwa infrastruktur jalan dibangun menggunakan uang negara yang bersumber dari pajak, termasuk Pajak Kendaraan Bermotor dari seluruh wilayah.
“Kita punya kepentingan ekonomi, tetapi juga harus mempertimbangkan fasilitas publik yang dibangun dari uang negara dan keselamatan orang lain. Nyawa itu memiliki harga yang tinggi,” ucapnya.
Gubernur berharap momentum Ramadan dapat menjadi sarana refleksi bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan, keselamatan, dan sesama. “Semoga saum ini menjadi sarana kita untuk menyadari bahwa hidup ini memerlukan alam dan hidup ini juga memerlukan orang lain,” tutup Dedi Mulyadi.
