Ratusan warga di Kabupaten Tulungagung memadati layanan penukaran uang baru yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) melalui mobil kelilingnya. Antrean panjang terlihat di halaman Masjid Al Munawar, tempat layanan ini dibuka, pada Rabu (11/03/2026). Penukaran uang baru ini menjadi tradisi tahunan bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri untuk dibagikan kepada sanak saudara.
Siti Insyiah, salah seorang warga yang ikut mengantre, mengungkapkan antusiasmenya. Ia telah mendaftar secara daring sejak seminggu sebelumnya untuk menukarkan uang sebesar Rp5,3 juta. Uang tersebut terdiri dari pecahan Rp2 ribu, Rp5 ribu, Rp10 ribu, Rp20 ribu, dan Rp50 ribu.
“Yang mendaftarkan keponakan saya, Prosesnya tidak rumit sebenarnya tapi antrinya lumayan lama karena antusias masyarakat yang tinggi,” ujar Siti. Ia menambahkan, “Ini tadi antrinya lumayan panjang, harus sabar antre karena yang tukar uang juga banyak.”
Proses penukaran dimulai dengan pendaftaran daring, yang kemudian memberikan informasi lokasi penukaran. Warga yang telah mendaftar datang ke lokasi dengan membawa bukti pendaftaran untuk ditukar dengan nomor antrean. Mereka kemudian menunggu giliran di teras masjid.
Hal senada disampaikan Meliana Larasati, warga lainnya. Ia menukarkan uang baru sebesar Rp2,8 juta, yang terdiri dari pecahan Rp1 ribu, Rp2 ribu, Rp5 ribu, Rp10 ribu, dan Rp20 ribu. Meliana mengaku sempat mengalami kesulitan saat mendaftar, namun tetap bersemangat mengantre di bawah cuaca yang cukup panas.
“Setiap tahun selalu ikut penukaran uang baru untuk kebutuhan saat lebaran,” pungkas Meliana.
