– tektonik bermagnitudo 3.5 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat pagi, 20 Februari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Menurut data yang dirilis BMKG, gempa terjadi tepatnya pukul 08:30 WIB. Episenter gempa terletak di laut, sekitar 60 kilometer Barat Daya Pacitan, pada koordinat 8.75 Lintang Selatan dan 111.00 Bujur Timur. Kedalaman hiposenter gempa tercatat dangkal, yakni 20 kilometer.

Analisis BMKG dan Dampak Gempa

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal. “Gempa ini diakibatkan oleh aktivitas sesar lokal di wilayah tersebut, atau bisa juga terkait dengan aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia,” ujar Daryono dalam keterangan resminya.

Daryono menambahkan, berdasarkan hasil pemodelan, gempa dengan magnitudo 3.5 ini tidak memiliki potensi untuk memicu gelombang tsunami. “Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Guncangan gempa dirasakan di beberapa wilayah di Pacitan dengan intensitas II-III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, dan dapat membuat jendela bergetar. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

Respons Pemerintah Daerah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan memantau kondisi di lapangan. Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Didik Widiyantoro, menyatakan pihaknya telah menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan atau dampak lainnya.

“Kami terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan BMKG serta aparat desa setempat. Sejauh ini, laporan yang masuk menunjukkan kondisi aman dan terkendali,” kata Didik. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD.

Meskipun magnitudo gempa relatif kecil, wilayah Pacitan dan pesisir selatan Jawa memang dikenal sebagai daerah rawan gempa karena lokasinya yang berdekatan dengan zona subduksi lempeng. Oleh karena itu, edukasi dan kesiapsiagaan bencana menjadi sangat penting bagi masyarakat setempat.