Dua warga di Jalan Babadan I No. 5, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, mengalami luka bakar serius setelah kompor LPG meledak di rumah mereka pada Rabu (8/4/2026) dini hari. Peristiwa nahas ini menyebabkan satu lansia menderita luka bakar hingga 80 persen.
Kronologi Ledakan Kompor LPG
Kepala Bidang Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Surabaya, Moch Rokim, menjelaskan bahwa insiden tersebut dilaporkan pada pukul 03.44 WIB. Petugas pemadam kebakaran segera bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 03.50 WIB.
“Unit tempur yang tiba di lokasi langsung melakukan pengecekan karena api sudah berhasil dipadamkan oleh warga,” ujar Rokim, mengonfirmasi bahwa api tidak sempat membesar berkat kesigapan warga sekitar.
Objek yang terbakar adalah kompor dan tabung LPG, dengan area terdampak sekitar 1×1 meter dari total luas bangunan 6×15 meter. Meskipun api cepat dipadamkan, ledakan tersebut sempat merusak bagian atap dan genteng rumah.
Berdasarkan keterangan di lapangan, ledakan terjadi saat seorang lansia sedang memasak di dapur. Tiba-tiba, terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari kompor LPG yang mengalami kebocoran atau “ngebros”.
“Cucunya mendengar suara ledakan dari dapur, kemudian mendapati neneknya sudah dalam kondisi mengalami luka bakar,” tambah Rokim, menggambarkan momen mencekam saat kejadian.
Korban Luka Bakar Dilarikan ke RSUD Dr. Soetomo
Dua korban yang terluka adalah Erwin (44), yang mengalami luka bakar sekitar 30 persen pada bagian tangan, serta Supriatin (69), seorang lansia yang menderita luka bakar cukup serius hingga 80 persen di wajah dan tangan. Keduanya langsung dilarikan ke RSUD Dr. Soetomo untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Penanganan dan Imbauan Keselamatan
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Surabaya mengerahkan tiga unit dalam penanganan kejadian ini, terdiri dari dua unit tempur Rayon 1 Pasar Turi dan satu unit rescue. Namun, akses jalan menuju lokasi yang sempit menjadi tantangan, sehingga unit pemadam tidak dapat masuk hingga titik kejadian.
“Tim rescue melakukan pembasahan di area genteng karena masih terdapat bara api,” jelas Rokim. Api berhasil dipastikan padam dan kondisi dinyatakan kondusif pada pukul 04.14 WIB. Penanganan insiden ini juga melibatkan BPBD serta Posko Terpadu Utara bersama Tim Gerak Cepat (TGC).
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu memastikan kondisi instalasi gas dalam keadaan aman guna mencegah kejadian serupa yang dapat membahayakan jiwa dan harta benda.
