Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan siber yang kembali marak, yakni melalui penyebaran tautan video viral dengan judul sensasional seperti ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’. Modus ini dirancang untuk menjebak korban agar mengklik tautan berbahaya yang berujung pada pencurian data pribadi dan kerugian finansial.
Pakar keamanan siber dan otoritas terkait telah berulang kali mengingatkan bahwa tautan semacam ini bukanlah konten video sungguhan, melainkan jebakan phishing. Ketika korban mengklik tautan tersebut, mereka akan diarahkan ke halaman palsu yang menyerupai situs media sosial atau platform video, kemudian diminta untuk memasukkan kredensial login atau mengunduh aplikasi mencurigakan.
Ancaman Pencurian Data Pribadi dan Keuangan
Modus operandi penipuan ini sangat berbahaya karena menargetkan informasi sensitif pengguna. “Pelaku memanfaatkan rasa penasaran publik terhadap konten viral untuk memancing korban. Setelah kredensial login dimasukkan, data tersebut akan langsung dicuri dan dapat digunakan untuk mengakses akun bank, media sosial, atau bahkan melakukan transaksi ilegal,” jelas seorang analis keamanan siber yang enggan disebutkan namanya, pada Kamis (16/4/2026).
Tidak jarang, korban juga diminta untuk menginstal aplikasi dengan dalih pemutar video atau pembaruan sistem. Aplikasi ini sebenarnya adalah malware yang dapat memata-matai aktivitas pengguna, mencuri SMS OTP, atau mengendalikan perangkat dari jarak jauh tanpa sepengetahuan pemiliknya. Dampaknya bisa berupa pengurasan saldo rekening bank, penyalahgunaan identitas, hingga pemerasan.
Tips Mencegah Jadi Korban Phishing
Untuk menghindari menjadi korban penipuan ini, masyarakat disarankan untuk selalu berhati-hati dan menerapkan langkah-langkah keamanan digital. Pertama, jangan pernah mengklik tautan yang mencurigakan, terutama yang berasal dari sumber tidak dikenal atau dibagikan secara massal.
- Verifikasi Sumber: Selalu periksa keaslian tautan dan pengirimnya. Jika ragu, abaikan atau laporkan.
- Jangan Instal Aplikasi Asing: Hindari mengunduh aplikasi dari luar toko resmi (Google Play Store atau Apple App Store).
- Aktifkan Otentikasi Dua Faktor (2FA): Fitur ini menambah lapisan keamanan pada akun Anda, sehingga sulit ditembus meskipun kredensial login telah dicuri.
- Gunakan Antivirus Terpercaya: Instal perangkat lunak antivirus di perangkat Anda untuk mendeteksi dan memblokir ancaman malware.
- Perbarui Sistem Operasi: Pastikan sistem operasi dan aplikasi Anda selalu diperbarui untuk menutup celah keamanan.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terus mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam berselancar di dunia maya. Edukasi dan kewaspadaan diri adalah kunci utama untuk melindungi data pribadi dari berbagai ancaman kejahatan siber yang terus berkembang.
