Komunitas Markas UKM menyampaikan keluhan mengenai sulitnya akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) akibat kendala Slik OJK kepada anggota DPD RI, Lia Istifhama. Audiensi ini berlangsung di Kantor DPD RI Jawa Timur, Surabaya, pada Kamis (22/1/2026).

Permasalahan yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Timur ini mencerminkan tantangan yang lebih luas dalam sistem pembiayaan formal. Banyak UMKM masih belum dapat menikmati program pemerintah secara merata.

Ketua Markas UKM, Koko Mahargyo, menjelaskan bahwa banyak anggotanya memiliki usaha yang aktif dan produktif, namun terhambat saat mengajukan permodalan karena riwayat Slik OJK. “Permodalan menjadi tembok pertama. Setelah itu, tidak semua UMKM bisa menjangkau program dari pemerintah maupun dinas terkait,” ujar Koko.

Menanggapi aspirasi tersebut, anggota DPD/MPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur, Lia Istifhama, menyatakan kesiapannya untuk menjembatani persoalan ini ke instansi yang berwenang. Ia berkomitmen untuk membangun komunikasi dengan dinas-dinas terkait, termasuk Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur.

“Saya akan mengupayakan komunikasi dengan dinas terkait agar persoalan yang dihadapi UMKM ini bisa dicarikan jalan keluar,” tegas Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama.

Dalam pertemuan tersebut, Ning Lia juga meninjau langsung berbagai produk karya anggota Markas UKM, mulai dari makanan olahan hingga produk kreatif. Sebagai bentuk dukungan promosi, ia bahkan memberikan ulasan produk melalui Google Review.

Audiensi ini diakhiri dengan kesepakatan bahwa Lia Istifhama akan bergabung sebagai Dewan Penasehat Markas UKM. Koko Mahargyo optimistis, kehadiran Lia akan memperkuat posisi UMKM dalam memperjuangkan akses pembiayaan dan kebijakan yang lebih berpihak. “Dengan kehadiran Ning Lia, kami optimistis UMKM bisa benar-benar naik kelas,” pungkas Koko.