Dokter Detektif (Doktif) secara tegas menolak tawaran uang fantastis senilai Rp50 miliar dari pihak dr. Richard Lee. Penolakan ini disampaikan Doktif di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (11/2/2026), menegaskan komitmennya untuk membela hak-hak masyarakat yang merasa dirugikan.

Doktif mengungkapkan bahwa tawaran damai tersebut terus meningkat nilainya setelah upaya sebelumnya selalu ditolak mentah-mentah. Angka yang semula Rp5 miliar, kini telah melonjak menjadi Rp50 miliar.

Integritas Tak Terganti Uang

Meski jumlah yang ditawarkan mencapai puluhan miliar rupiah, Doktif menegaskan bahwa integritasnya tidak dapat dibeli dengan materi. Ia memilih untuk tetap berdiri membela hak-hak masyarakat yang merasa dirugikan secara finansial.

“Tidak ada kata damai buat kalian DRL, Doktif tegaskan sekali lagi ya, tidak ada kata damai. Rp50 miliar sudah angkanya sekarang menuju ke Doktif, tidak akan Doktif terima,” kata Doktif.

Ia menambahkan, “Jadi nilainya dinaikkan karena Doktif Rp5 M menolak dan koar-koar di media. Jadi ada penawarannya naik ke angka kurang lebih di angka Rp50 miliar. Tapi Doktif tegaskan, berapapun itu tidak akan bisa mengganti kerugian masyarakat.”

Doktif merinci bahwa tawaran tersebut datang berulang kali melalui sambungan telepon secara langsung kepadanya. Bahkan, orang-orang yang menghubungi sempat bertemu langsung untuk membujuknya agar menghentikan kasus ini.

Tuntut Pengembalian Uang Ratusan Miliar

Tujuan utama Doktif bukanlah mencari keuntungan pribadi, melainkan memastikan ratusan miliar uang rakyat dapat dikembalikan oleh pelaku. Ia merasa tidak masuk akal jika dirinya harus menanggung beban kerugian masyarakat demi kesepakatan damai sepihak.

“Kembalikan sesuai dengan apa yang sudah kamu ambil gitu ya. Jadi apa yang kamu ambil ya kembalikan ke masyarakat. Jika kamu tidak mampu ya masuk sel, semudah itu. Hanya itu aja,” tegas Doktif.

Dukungan dari Razman Arif Nasution

Pengacara Razman Arif Nasution membenarkan bahwa pihak-pihak yang mencoba mendekati Doktif juga sempat berupaya menjalin komunikasi dengan dirinya. Intensitas komunikasi tersebut justru membuat Razman semakin yakin bahwa ada sesuatu yang salah dalam produk kecantikan yang dijual dr. Richard Lee.

“Ke saya juga ada. Dan saya nggak mau sebut namanya, tetapi ada. Di situlah saya makin yakin sebegitunya mereka menghubungi saya untuk mendekati Doktif. Artinya something wrong (ada yang salah) di produk ini, kira-kira begitu,” ungkap Razman.

Razman sangat menghargai sikap Doktif yang telah melampaui batasan godaan uang yang sangat sulit ditolak oleh manusia pada umumnya. Keberanian Doktif untuk tetap “jihad” demi rakyat dinilai sebagai tindakan yang sangat mulia dan langka.

Upaya penawaran damai tersebut dipastikan tidak akan mengubah pendirian tim Doktif untuk menuntaskan kasus hingga ke persidangan. Mereka mendesak agar pihak yang bersangkutan segera mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.

Doktif menutup dengan pesan bahwa keadilan tidak bisa ditukar dengan uang hasil memperkaya diri tanpa aturan. Ia lebih memilih melihat pelaku mendekam di balik jeruji besi jika tidak mampu mengembalikan hak-hak masyarakat secara utuh.