Kekasih aktor Ammar Zoni, Dokter Kamelia, angkat bicara mengenai kondisi kesehatan mental sang kekasih di tengah kasus hukum narkotika yang kembali menjeratnya. Menurut Dokter Kamelia, Ammar Zoni lebih membutuhkan rehabilitasi medis daripada hukuman penjara.
Dalam keterangannya, Dokter Kamelia menjelaskan bahwa Ammar Zoni adalah seorang penyalahguna narkotika yang mengalami gangguan pada fungsi saraf otak akibat kecanduan. Kondisi ini, menurutnya, memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan melalui rehabilitasi.
Dokter Kamelia: Ammar Zoni Butuh Rehabilitasi Tuntas
“Jadi dari pengamatan saya, dari saya mempelajari mendampingi selama proses itu, adalah bahwa Ammar ini adalah penyalahguna narkotika. Sehingga dari awal saya selalu mengatakan adalah rehabilitasi. Itu upaya untuk melakukan suatu pemulihan karena Ammar ini adalah addict kesehatannya,” ujar Dokter Kamelia.
Ia menyoroti kasus narkoba Ammar Zoni yang berulang sebagai bukti bahwa proses rehabilitasi sebelumnya belum berjalan maksimal. “Nah kenapa bisa terjadi kasus satu, dua, tiga, dan sekarang ini? Itulah sebagai suatu wujud kalau rehabilitasi itu tidak diberikan secara tuntas. Sehingga pemulihan-pemulihan fungsi saraf otaknya itu tidak bisa bekerja secara baik,” lanjutnya.
Dokter Kamelia juga menegaskan bahwa kondisi mental Ammar Zoni sudah mencapai titik yang mengkhawatirkan dan harus segera ditangani dengan tepat. Ia berpendapat bahwa lembaga pemasyarakatan tidak ideal untuk pemulihan pecandu karena fokus utamanya adalah pembinaan, bukan rehabilitasi medis.
“Ini yang harus diberikan kepada Ammar. Karena kalau kemarin itu dibilang akan merusak generasi, ini yang tidak terbukti karena Ammar tidak terbukti sebagai pengedar. Kemudian yang kedua, bahwa di lembaga pemasyarakatan itu tidak ada rehabilitasi, adanya adalah pembinaan,” jelas Dokter Kamelia.
Ia menambahkan, jika hasil asesmen merekomendasikan rehabilitasi, maka Ammar harus ditempatkan di pusat rehabilitasi khusus seperti RSKO atau BNN. “Sehingga ketika nanti ada asesmen dilakukan itu adalah rehabilitasi, maka harus di tempat pusat rehabilitasi. Misalnya di RSKO, di BNN,” tegasnya.
Upaya Hukum Peninjauan Kembali
Di sisi lain, tim kuasa hukum Ammar Zoni melaporkan bahwa kondisi fisik sang aktor di dalam tahanan masih baik. Ammar disebut tetap bersemangat dan bahkan sempat banyak tertawa saat berdiskusi mengenai langkah hukum selanjutnya.
Kini, pihak keluarga dan tim kuasa hukum bertekad untuk terus memperjuangkan agar Ammar Zoni mendapatkan rehabilitasi melalui jalur Peninjauan Kembali (PK). Harapannya, Ammar dapat pulih sepenuhnya dan kembali menjalani hidup dengan lebih baik. Bagi keluarga, pertolongan medis yang tepat adalah prioritas utama, bukan sekadar hukuman.
