Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung mengusulkan perbaikan dan rehabilitasi untuk SD Negeri 1 Talunkulon, Kecamatan Bandung. Sekolah tersebut mengalami kerusakan kategori sedang setelah diguncang gempa bumi pada Selasa, 27 Januari 2026 lalu.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Sukowinarno, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring intensif untuk memastikan kondisi bangunan sekolah tetap aman bagi kegiatan belajar mengajar (KBM). Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan kerusakan meliputi plafon yang ambrol di beberapa titik serta retakan pada dinding bangunan.

Meskipun demikian, aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 1 Talunkulon masih tetap berjalan. Pihak sekolah telah melakukan pengaturan ruang kelas dan menerapkan langkah mitigasi sementara demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

“Dari hasil monev, kerusakan kami kategorikan sedang. Ada plafon yang rusak dan retakan dinding, tapi masih memungkinkan KBM berjalan dengan pengaturan tertentu. Yang terpenting keselamatan anak-anak tetap terjamin,” ujar Sukowinarno pada Senin, 2 Februari 2026.

Sebagai langkah respons cepat, Dinas Pendidikan segera menyiapkan usulan anggaran untuk pembenahan dan rehabilitasi ruang kelas yang terdampak. Usulan ini diajukan agar proses perbaikan dapat segera direalisasikan tanpa menunggu kerusakan bertambah parah.

“Kami langsung menyiapkan usulan anggaran pembenahan. Prinsipnya, sekolah harus kembali aman, nyaman, dan layak untuk kegiatan belajar,” imbuhnya.

Selain itu, Dinas Pendidikan juga terus berkoordinasi dengan instansi teknis terkait untuk mendukung asesmen lanjutan. Koordinasi ini penting untuk memastikan proses rehabilitasi nantinya sesuai dengan ketentuan teknis dan standar bangunan yang berlaku.

Sukowinarno berharap, “Diharapkan proses perbaikan SDN 1 Talunkulon dapat segera dilakukan, sehingga aktivitas pendidikan kembali berjalan normal tanpa kekhawatiran akan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.”