Harga ikan segar di Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipicu oleh cuaca buruk yang melanda perairan NTT, menyebabkan gelombang tinggi dan angin kencang sehingga nelayan kesulitan melaut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan tinggi gelombang di perairan NTT berkisar 1,25 hingga 2,5 meter, dengan kecepatan angin mencapai 8-28 knot per jam. Bahkan, pada 16 Januari 2026, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 3 meter.
Ama, salah seorang pedagang ikan di Pasar Oeba, menjelaskan bahwa pasokan ikan yang masuk ke pasar jauh berkurang dari biasanya. “Sudah beberapa hari ini ombak besar, ikan yang masuk sedikit, otomatis harga naik,” ujarnya saat ditemui pada Minggu (15/2).
Kenaikan harga terlihat pada beberapa jenis ikan. Ikan kombong lajar kini dijual Rp50.000 per 11 ekor. Sementara itu, ikan belang kuning yang sebelumnya sekitar Rp30.000 per ekor, kini melonjak menjadi Rp50.000 per ekor. Ikan ekor kuning ukuran kecil juga dijual Rp40.000 per ekor.
Ama menambahkan, “Kalau cuaca belum membaik, kemungkinan harga masih bertahan begini.”
Selain ikan, harga sejumlah bahan pokok lain di Pasar Oeba juga terpantau bervariasi. Daging sapi dijual antara Rp105.000 hingga Rp110.000 per kilogram, daging ayam Rp40.000 per kilogram, dan telur ayam Rp65.000 per rak atau Rp32.000 per kilogram.
Untuk komoditas bumbu dapur, cabai rawit masih stabil di Rp75.000 per kilogram. Bawang merah Rp40.000 per kilogram, bawang putih Rp45.000 per kilogram, serta cabai merah keriting Rp45.000 per kilogram.
Jeri, pedagang sayur di pasar yang sama, menyatakan bahwa harga sayuran relatif stabil dan belum terdampak signifikan oleh kondisi cuaca. “Kalau sayur masih normal. Harga masih Rp5.000 sampai Rp10.000 per ikat. Belum ada kenaikan seperti ikan,” tuturnya.
