Sebuah tautan video berjudul “Ibu Tiri vs Anak Tiri” kini tengah marak beredar di berbagai platform media sosial dan aplikasi pesan instan, memicu kewaspadaan di kalangan masyarakat. Otoritas keamanan siber dan pengamat teknologi memperingatkan bahwa link viral ini merupakan modus baru yang bertujuan untuk mencuri data pribadi dan informasi finansial korban.

Modus Operandi dan Ancaman Tersembunyi

Penyebaran link “Ibu Tiri vs Anak Tiri” ini umumnya dilakukan melalui pesan berantai di WhatsApp, Telegram, atau postingan di Facebook dan Instagram. Dengan judul yang sensasional dan memancing rasa penasaran, pelaku berharap korban akan tergiur untuk mengklik tautan tersebut tanpa verifikasi.

Ketika korban mengklik link tersebut, mereka akan diarahkan ke situs web palsu yang menyerupai platform media sosial atau situs berita. Di beberapa kasus, link ini juga dapat memicu pengunduhan aplikasi berbahaya (APK) yang menyamar sebagai pemutar video atau aplikasi pendukung. Aplikasi atau situs palsu inilah yang menjadi pintu masuk bagi pelaku untuk melancarkan aksinya.

Ancaman yang mengintai sangat beragam, mulai dari pencurian kredensial akun media sosial, informasi perbankan, hingga data pribadi sensitif seperti nomor KTP dan OTP (One-Time Password). Data-data ini kemudian dapat disalahgunakan untuk berbagai tindak kejahatan, termasuk pembobolan rekening bank, transaksi ilegal, atau bahkan penyalahgunaan identitas.

Peringatan dari Pihak Berwenang dan Pakar Keamanan Siber

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri secara rutin mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap segala bentuk tautan mencurigakan. “Masyarakat harus selalu waspada dan tidak mudah tergiur dengan konten yang sensasional, terutama jika berasal dari sumber yang tidak dikenal,” ujar seorang perwakilan dari Kominfo dalam sebuah kesempatan pada awal April 2026.

Pakar keamanan siber juga menekankan pentingnya literasi digital. Mereka menyarankan agar masyarakat tidak langsung mengklik tautan yang diterima, melainkan melakukan verifikasi terlebih dahulu. “Modus penipuan semacam ini akan terus berevolusi mengikuti tren yang ada. Kunci utamanya adalah kewaspadaan dan tidak panik,” kata seorang analis keamanan siber.

Langkah Pencegahan untuk Melindungi Diri

Untuk menghindari menjadi korban penipuan daring melalui link viral, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:

  • Verifikasi Sumber: Selalu periksa keaslian tautan dan pengirimnya. Jika berasal dari nomor atau akun yang tidak dikenal, sebaiknya abaikan.
  • Jangan Mudah Tergiur: Hindari mengklik tautan dengan judul yang terlalu provokatif atau sensasional, terutama jika menjanjikan konten eksklusif.
  • Perhatikan URL: Sebelum mengklik, periksa alamat URL. Pastikan itu adalah situs resmi dan bukan tiruan.
  • Hindari Unduh Aplikasi Asing: Jangan pernah mengunduh atau menginstal file APK dari sumber yang tidak terpercaya di luar toko aplikasi resmi seperti Google Play Store atau Apple App Store.
  • Gunakan Keamanan Tambahan: Aktifkan fitur otentikasi dua faktor (2FA) pada semua akun penting Anda dan pertimbangkan penggunaan perangkat lunak antivirus yang terpercaya.
  • Laporkan: Jika menemukan tautan mencurigakan, segera laporkan ke platform terkait atau pihak berwenang untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, masyarakat diharapkan dapat terhindar dari jebakan kejahatan siber yang terus mengintai di dunia maya.