Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () mengeluarkan cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sembilan provinsi di Indonesia pada Jumat, 20 Februari 2026. Peringatan ini mencakup potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Kepala BMKG, Dr. Dwikorita Karnawati, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/2/2026), menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat. “Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memantau informasi cuaca terbaru dari sumber resmi BMKG. Kesiapsiagaan sangat penting untuk meminimalisir dampak yang mungkin terjadi,” ujarnya.

Wilayah Terdampak dan Potensi Bahaya

Sembilan wilayah yang diprediksi mengalami cuaca signifikan antara lain Banten, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua. Provinsi Banten secara khusus diidentifikasi berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat memicu banjir dan tanah longsor, terutama di daerah dataran rendah dan lereng bukit.

Selain hujan lebat, potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di beberapa wilayah, yang dapat menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan infrastruktur ringan. Masyarakat di pesisir juga diminta waspada terhadap potensi gelombang tinggi.

Faktor Meteorologi dan Kondisi Perairan

BMKG menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh beberapa faktor meteorologi. Adanya daerah konvergensi dan belokan angin di sejumlah wilayah, didukung oleh kelembapan udara yang tinggi dan labilitas atmosfer yang kuat, menciptakan kondisi yang kondusif bagi pembentukan awan hujan intensif. Selain itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) juga terdeteksi aktif di wilayah Indonesia bagian barat, turut berkontribusi pada peningkatan curah hujan.

Untuk kondisi perairan, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang tinggi. Gelombang laut diperkirakan mencapai 2.5 hingga 4.0 meter di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa, dan Laut Jawa bagian barat. Kondisi ini berisiko tinggi bagi aktivitas pelayaran, terutama kapal-kapal kecil.

Imbauan dan Rekomendasi

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak saat terjadi hujan lebat dan angin kencang. Penting juga untuk membersihkan saluran air dan memastikan lingkungan sekitar bebas dari potensi genangan. Bagi yang tinggal di daerah rawan longsor, disarankan untuk memantau tanda-tanda awal pergerakan tanah dan segera mengungsi jika diperlukan. Informasi terkini dapat diakses melalui situs web resmi BMKG atau aplikasi Info BMKG.