Konflik antara PT Wulandaya Cahaya Lestari (WCL) dengan warga yang mengeluhkan pembangunan gedung di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, akhirnya mencapai titik terang. Polemik ini tuntas melalui mediasi yang difasilitasi oleh pihak Kecamatan Genteng di kantor kecamatan pada Rabu, 6 Mei 2026.

Mediasi tersebut dihadiri langsung oleh pengurus RW, RT, serta perwakilan dari PT WCL. Pertemuan berlangsung intensif selama kurang lebih tiga jam, mencari jalan keluar atas permasalahan yang ada.

Ketika dikonfirmasi, Camat Genteng, Jefry, menyampaikan bahwa kedua belah pihak telah menyepakati beberapa ketentuan penting. Baik pihak PT maupun warga disebutnya telah mencapai titik temu yang memuaskan.

Jefry menjelaskan peran pihaknya dalam mediasi ini adalah sebagai jembatan komunikasi. “Kami memberikan kebebasan ruang untuk untuk mereka berdiskusi,” kata Jefry.

Lebih lanjut, Jefry membeberkan hasil pertemuan tersebut. “Sudah clear segala permasalahan. Juga sudah disepakati jalan keluarnya dan prinsipnya ini sudah kembali sesuai trek yang benar,” tegasnya.

Beberapa poin kesepakatan yang dicontohkan Jefry antara lain adalah penyegelan lokasi proyek. Pihak PT WCL juga akan menghentikan sementara aktivitas pembangunan hingga seluruh perizinan lengkap.

Selain itu, disepakati pula mengenai jam kerja proyek pembangunan. “Berapa bulan pengerjaan? Terus ketika ada apa-apa, warga ini menghubungi siapa? pihak PIC? SOP-nya berapa berapa lama itu harus direspon,” imbuh Jefry, menekankan pentingnya transparansi dan responsibilitas.

Sementara itu, Legal Konsultan PT Wulandaya Cahaya Lestari, Neira Maharani, menambahkan bahwa selama proses mediasi dengan warga, tidak ada kendala berarti. Semuanya berjalan lancar dan kondusif.

“Ada beberapa hal, poin-poin yang kita rembukan bersama. Termasuk keamanan, kenyamanan bagi warga dan kami sudah sepakati itu,” ujar Neira. Pihak PT juga sepakat bahwa keamanan dan kenyamanan bagi warga terdampak adalah hal yang utama dan wajib dicermati bersama. “Kami juga meyakini bahwa keamanan, kenyamanan bagi warga sekitar yang terdampak adalah hal utama yang harus kita perhatikan,” pungkasnya.