Palu, Sulawesi Tengah – Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, melakukan pertemuan penting dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Jakarta pada Jumat, 13 Maret 2026. Pertemuan ini berfokus pada pembahasan strategi pengembangan pertanian terintegrasi yang diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Fokus pada Pertanian Terintegrasi dan Usulan Prioritas

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rusli Moidady menyampaikan urgensi dukungan pemerintah pusat untuk mewujudkan pengembangan pertanian terintegrasi. Konsep ini mencakup penggabungan berbagai sektor, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, peternakan, hingga potensi agrowisata.

Rusli Moidady juga memaparkan secara langsung kondisi riil di lapangan, termasuk capaian yang telah diraih oleh Kabupaten Banggai Kepulauan serta berbagai kebutuhan konkret yang diperlukan untuk memajukan sektor pertanian di daerahnya. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat.

“Harapan kami tumbuh bersama untuk pertanian, wisata, dan hilirisasi sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Rusli Moidady, menggarisbawahi visinya untuk menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi warga Banggai Kepulauan.

Selain itu, Bupati Rusli Moidady turut menyampaikan sejumlah usulan prioritas yang krusial untuk mendongkrak produksi pertanian. Usulan tersebut meliputi pengembangan budidaya padi, pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, serta pengembangan komoditas kelapa yang memiliki potensi ekonomi sangat besar di wilayah Banggai Kepulauan. Ia berharap pertemuan ini dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah demi pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Komitmen Kementerian Pertanian untuk Tindak Lanjut

Menanggapi berbagai usulan yang disampaikan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya. Ia menyatakan bahwa seluruh usulan dari daerah akan ditindaklanjuti melalui koordinasi teknis yang melibatkan jajaran Kementerian Pertanian.

Mentan Amran Sulaiman juga mengimbau seluruh kepala daerah untuk senantiasa menjaga komunikasi aktif dengan pemerintah pusat. Hal ini penting agar setiap program yang dijalankan benar-benar selaras dengan kebutuhan dan kondisi petani di lapangan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

“Kami akan menindaklanjuti usulan daerah melalui koordinasi teknis,” kata Andi Amran Sulaiman, memastikan bahwa aspirasi dari Banggai Kepulauan akan menjadi perhatian serius kementeriannya. Ia menambahkan bahwa komunikasi yang intensif antara pemerintah daerah dan pusat akan memastikan program-program pertanian tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi para petani.