Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo), Sulawesi Tengah, terus mengintensifkan program vaksinasi ternak masyarakat. Langkah ini diambil untuk menjaga kesehatan hewan secara optimal, sekaligus memastikan daging yang dihasilkan layak dan aman untuk dikonsumsi publik.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Parigi Moutong, Wayan Purna, menegaskan pentingnya program ini. “Vaksinasi penting untuk menghindari ternak terpapar virus dan penyakit menular lainnya, supaya tingkat kebugaran hewan ternak semakin kuat dan aman dikonsumsi,” ujar Wayan di Parigi, Senin.

Wayan menjelaskan bahwa DPKH menargetkan vaksinasi terhadap sekitar 800 ekor ternak warga setiap pekannya. Oleh karena itu, ia mengimbau para peternak agar lebih proaktif dalam menyerahkan hewan ternak mereka untuk divaksinasi demi kepentingan bersama.

Berdasarkan data PBS tahun 2024-2025, populasi ternak sapi di Parigi Moutong tercatat lebih dari 35 ribu ekor yang tersebar di 23 kecamatan. Selain itu, populasi ternak babi mencapai 6.138 ekor.

Menjelang momen Lebaran Idul Fitri, Wayan memperkirakan adanya lonjakan konsumsi daging sapi. “Maka sebelum momen hari raya kami harus memastikan ternak sapi maupun unggas bebas dari penyakit supaya kualitas daging tetap terjaga,” tambahnya.

Selain vaksinasi, Pemkab Parigi Moutong juga gencar menerapkan biosekuriti di setiap kandang. Upaya ini bertujuan mencegah masuk dan menyebarnya agen penyakit melalui isolasi, kontrol lalu lintas hewan, serta sanitasi dan disinfeksi rutin. Peternak juga dianjurkan untuk selalu membersihkan kandang dan menyemprotkan disinfektan guna menghambat perkembangan jamur serta bakteri penyebab gangguan kesehatan hewan.

Aspek kebersihan pekerja peternakan juga menjadi perhatian. “Termasuk kebersihan pekerja di peternakan. Setelah mengurus ternak pekerja diwajibkan mandi dan mengganti pakaian, langkah ini untuk kepentingan kesehatan pekerja itu sendiri,” kata Wayan.

Dalam jangka panjang, Pemkab Parigi Moutong berupaya menambah area peternakan. Saat ini, pemerintah daerah telah menyiapkan sekitar 35 ribu hektare lahan untuk pengembangan peternakan sapi perah modern. Inisiatif ini merupakan bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah.

Program pengembangan peternakan sapi perah modern ini diinisiasi oleh Kementerian Investasi/BKM dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dengan melibatkan investor dari Vietnam. “Parigi Moutong turut ambil bagian memanfaatkan peluang itu menjadi salah satu daerah ikut berkontribusi,” pungkas Wayan, seraya menyebut bahwa perencanaan program tersebut masih terus berjalan hingga saat ini.