Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) kembali mengeluarkan peringatan keras terkait maraknya jebakan tautan atau link video viral di platform media sosial X (sebelumnya Twitter). Modus penipuan ini, yang kerap menggunakan judul sensasional seperti “video viral ibu tiri”, berpotensi besar mencuri data pribadi dan mengambil alih akun pengguna.
Peringatan ini muncul seiring dengan peningkatan laporan kasus di mana pengguna X tanpa sadar mengeklik tautan berbahaya yang disebarkan melalui pesan langsung (DM) atau balasan di linimasa. Para pelaku kejahatan siber memanfaatkan rasa penasaran publik terhadap konten-konten yang sedang tren atau kontroversial untuk menjebak korban.
Modus Operandi Penipuan Link Video Viral
Direktur Keamanan Siber dan Sandi Industri BSSN, Brigjen TNI (Purn.) Dr. Ir. Djoko Setiadi, M.Sc., menjelaskan bahwa modus operandi penipuan ini cukup beragam namun memiliki tujuan yang sama: mencuri informasi sensitif. “Ketika pengguna mengeklik tautan tersebut, mereka akan diarahkan ke halaman palsu yang menyerupai situs login X atau platform lain. Jika korban memasukkan kredensial mereka, data tersebut akan langsung dicuri oleh pelaku,” ujar Djoko dalam sebuah webinar keamanan siber pada awal Maret 2026.
Selain phishing, beberapa tautan juga dapat mengunduh perangkat lunak berbahaya (malware) ke perangkat korban, terutama bagi pengguna Android yang tidak waspada terhadap file APK. Malware ini dapat memberikan akses penuh kepada peretas untuk mengontrol perangkat, mencuri data finansial, hingga menyebarkan tautan berbahaya lainnya dari akun korban.
Dampak dan Pencegahan Bagi Pengguna X
Dampak dari jebakan link ini tidak main-main. Korban dapat kehilangan akses ke akun media sosial mereka, mengalami pencurian identitas, hingga kerugian finansial jika data perbankan mereka ikut tercuri. Akun yang telah diambil alih juga sering digunakan untuk menyebarkan spam atau konten penipuan lainnya, merugikan lebih banyak orang.
Untuk menghindari menjadi korban, BSSN mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan menerapkan langkah-langkah keamanan digital. Pertama, selalu verifikasi keaslian tautan sebelum mengekliknya. Perhatikan URL secara saksama; tautan asli X akan selalu dimulai dengan “https://x.com/”. Hindari tautan dengan domain yang mencurigakan atau tidak dikenal.
Kedua, jangan pernah memasukkan informasi login Anda di halaman yang terlihat mencurigakan, meskipun tampilannya sangat mirip dengan platform aslinya. Ketiga, aktifkan otentikasi dua faktor (2FA) pada akun X Anda untuk lapisan keamanan tambahan. Ini akan mempersulit peretas untuk masuk meskipun mereka berhasil mencuri kata sandi Anda.
Keempat, gunakan perangkat lunak antivirus yang terpercaya dan selalu perbarui sistem operasi serta aplikasi Anda. Terakhir, jika Anda menemukan tautan yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak X dan beritahu teman atau pengikut Anda agar tidak menjadi korban.
“Kewaspadaan adalah kunci utama dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang. Jangan biarkan rasa penasaran mengalahkan logika dan keamanan data pribadi Anda,” tutup Djoko.
