Kepolisian Resor (Polres) Donggala, Sulawesi Tengah, meningkatkan kesiapsiagaan seluruh personelnya dalam menghadapi potensi aksi unjuk rasa pada Hari Buruh Internasional atau May Day, 1 Mei 2026. Peningkatan kemampuan ini difokuskan pada pengendalian massa (Dalmas) guna memastikan setiap kegiatan berjalan tertib dan kondusif.
Kasat Samapta Polres Donggala, AKP Rislan, menegaskan pentingnya pelatihan ini. “Jadi hari ini kami melakukan simulasi guna mengasah kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai potensi situasi di lapangan, termasuk pengamanan aksi unjuk rasa agar tetap berjalan tertib dan kondusif,” kata Rislan saat ditemui di Banawa, Kamis (30/4/2026).
Menurut Rislan, setiap personel kepolisian wajib memiliki kesiapan fisik dan mental yang prima, serta pemahaman mendalam terhadap prosedur operasional standar (SOP) dalam menjalankan tugas. Ia menekankan bahwa pendekatan humanis harus menjadi bagian integral dari kemampuan pengendalian massa.
“Tentunya kemampuan pengendalian massa harus diimbangi dengan pendekatan humanis, sehingga anggota di lapangan tetap dapat memberikan rasa aman tanpa mengabaikan ketegasan dalam penegakan aturan,” ucapnya.
Latihan simulasi pengendalian massa ini bertujuan agar seluruh personel siap siaga dan mampu memberikan pelayanan serta pengamanan unjuk rasa secara humanis, namun tetap tegas sesuai aturan yang berlaku. Pelatihan ini melibatkan personel gabungan, mulai dari Dalmas awal hingga peleton Satuan Samapta sebagai Dalmas lanjutan.
Polres Donggala berharap, pelaksanaan Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap tanggal 1 Mei, khususnya di Kabupaten Donggala, dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
“Harapannya dalam pelaksanaan Hari Buruh Internasional dilaksanakan setiap tanggal 1 Mei khususnya di Kabupaten Donggala dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa mengganggu aktivitas masyarakat,” sebut Rislan.
