Bea Cukai Batam berhasil membongkar berbagai modus penyelundupan barang ilegal yang semakin canggih sepanjang April 2026. Penyelundupan meliputi rokok tanpa pita cukai, senjata api, hingga cartridge vape yang mengandung zat berbahaya etomidate, dengan pelaku memanfaatkan jalur laut dan pelabuhan penumpang.

Kepala Bea Cukai Batam, Agung Widodo, menyatakan bahwa pola penyelundupan saat ini semakin sulit diprediksi. Para pelaku terus beradaptasi dengan sistem pengawasan di lapangan, sehingga modus yang digunakan pun semakin bervariasi.

“Modus yang muncul sangat beragam, mulai dari penggunaan kapal cepat yang melarikan diri, penyelundupan di barang bawaan penumpang, hingga metode body strapping dan kamuflase menggunakan barang sehari-hari,” kata Agung, Senin (18/5).

Salah satu insiden terjadi di perairan Tanjung Sauh pada April 2026, di mana petugas patroli menemukan sebuah high speed craft yang diduga membawa barang tanpa dokumen resmi. Saat dikejar, kapal tersebut melarikan diri dan meninggalkan muatannya di laut maupun daratan.

Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan 495.650 batang rokok tanpa pita cukai untuk proses lebih lanjut. Barang-barang ilegal ini ditinggalkan begitu saja oleh para pelaku.

Pada 9 April 2026, pemeriksaan rutin di pelabuhan penumpang Batam mengungkap kasus penyelundupan satu unit senjata api. Senjata tersebut disembunyikan dalam tas seorang penumpang yang hendak menuju Jakarta.

Pemeriksaan lanjutan juga menunjukkan bahwa penumpang tersebut terdeteksi positif zat terlarang. Pelaku dan barang bukti kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Modus lain yang terungkap adalah body strapping, di mana 300 cartridge vape ditempelkan pada tubuh seorang penumpang asal Malaysia. Hasil uji laboratorium memastikan bahwa cartridge tersebut mengandung etomidate, zat yang berpotensi membahayakan.

Tiga hari kemudian, modus serupa kembali ditemukan dengan cara penyembunyian yang berbeda. Sebanyak 1.000 cartridge vape disembunyikan di dalam panci dan kardus, yang juga dipastikan mengandung zat etomidate berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Agung Widodo menegaskan bahwa pengawasan di seluruh jalur masuk Batam akan terus diperkuat seiring meningkatnya variasi modus penyelundupan. Sinergi dengan aparat penegak hukum menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ini.

“Sinergi dengan aparat penegak hukum menjadi kunci dalam menghadapi pola penyelundupan yang terus berkembang,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh barang bukti dan pelaku telah diserahkan kepada pihak berwenang untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Upaya pengawasan akan terus dilakukan guna menjaga wilayah perbatasan dari ancaman barang ilegal dan berbahaya.