Tim SAR gabungan memperluas radius pencarian terhadap dua korban kapal KLM Nur Ainun Balqis yang tenggelam di perairan Selat Makassar, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Perluasan area ini dilakukan pada operasi SAR hari ketiga, Rabu (18/2/2026), menyusul ketidakpastian titik koordinat tenggelamnya kapal.

Kepala Sub Operasi dan Siaga SAR Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu, Rusmadi, menjelaskan tantangan yang dihadapi tim di lapangan. “Titik koordinat kapal tenggelam tidak diketahui jelas, sehingga kami memperluas area pencarian pada operasi SAR hari ketiga,” kata Rusmadi saat dihubungi dari Palu, Rabu.

Menurut Rusmadi, perluasan pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan mencakup area sekitar 509 mil laut. Jarak ke titik operasi diperkirakan sekitar 35 mil laut arah utara dari dermaga KN SAR Baladewa di Kota Palu. Operasi pencarian hari ketiga ini dimulai pada Pukul 07.00 Wita menggunakan KN SAR Baladewa, dengan bantuan dari kapal nelayan setempat.

Hingga petang hari ketiga operasi, tim rescue belum menemukan tanda-tanda keberadaan dua korban tersebut. Meskipun demikian, tim SAR terus bergerak menyisir area yang sudah ditentukan. “Operasi pencarian dimulai pagi hingga petang, sesuai standar operasional prosedur (SOP) keselamatan Basarnas,” tambah Rusmadi.

Insiden tenggelamnya KLM Nur Ainun Balqis terjadi pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut berlayar dari pelabuhan Nunukan, Kalimantan Utara, menuju pelabuhan Orange, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Di tengah perjalanan, saat berada di Selat Makassar, kapal dihantam ombak dan mengalami oleng hingga akhirnya tenggelam.

Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Tiga orang korban selamat, yakni Saharudin (47), Muh Alwi (32), dan Muksin (47), ditemukan oleh nelayan Donggala dalam kondisi terombang-ambing di laut. Sementara itu, dua orang lainnya, Guswan (47) dan Adam (20), masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.