PALU, ANTARA – Perum Bulog Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan masih menunggu data penerima manfaat dari pemerintah daerah (pemda) sebelum dapat menyalurkan bantuan pangan kepada warga prasejahtera di wilayah tersebut. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga.

Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Sulawesi Tengah, Jusri, menjelaskan bahwa instruksi untuk program bantuan pangan telah diterima. “Perintahnya sudah ada, tinggal menunggu mekanisme dan data penerima manfaat dari tingkat kecamatan sampai desa. Setelah itu bantuan segera kami salurkan,” kata Jusri di Palu, Selasa (3/3/2026).

Jusri memastikan bahwa ketersediaan stok beras di gudang Bulog Sulteng saat ini sangat memadai, mencapai sekitar 22.000 ton. Setiap harinya, Bulog menyalurkan rata-rata 21 ton beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam waktu dekat, pasokan akan bertambah sekitar 4.000 ton, yang sebagian besar berasal dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, guna mendukung program bantuan pangan yang akan disalurkan secara menyeluruh.

“Maka masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan bahan pangan,” tegasnya, menepis kekhawatiran publik terkait pasokan.

Selain itu, Bulog Sulteng juga gencar melakukan percepatan penyerapan gabah dan beras dari petani lokal, khususnya di wilayah Parigi, Morowali, dan Luwuk. Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan yang memadai bagi kebutuhan penyaluran bantuan pangan.

Target penyerapan gabah dan beras di Sulteng ditetapkan sekitar 11.300 ton. Jusri optimistis target tersebut dapat terlampaui. “Kami perkirakan dalam satu sampai dua bulan ke depan akan melaksanakan penyerapan. Targetnya sekitar 11.300 ton dan menurut kami bisa lebih dari itu,” ujarnya.

Dengan kondisi stok yang ada saat ini, Bulog Sulteng menjamin ketersediaan beras aman untuk tiga hingga empat bulan ke depan, atau setidaknya hingga perayaan Idul Adha 2026. Dukungan tambahan stok dan penyerapan dari petani lokal diharapkan dapat melancarkan program bantuan pangan sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di provinsi tersebut.

Jusri kembali menekankan, “Perintah pelaksanaan program sudah diterima, namun masih menunggu mekanisme teknis serta data by name by address penerima bantuan.”

Secara nasional, Perum Bulog juga memastikan ketersediaan stok beras pemerintah (CBP) dalam kondisi aman untuk mendukung stabilisasi harga dan program bantuan pangan tahun 2024–2025. Pemerintah terus mendorong percepatan penyaluran bantuan guna menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi pangan.

sumber gambar: ANTARA/Rangga Musabar