Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan, sebanyak 35 rumah warga di Kabupaten Parigi Moutong terdampak banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (25/5) malam.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto, menjelaskan bahwa banjir melanda dua lokasi utama, yakni Dusun Antosari, Desa Balinggi Jati, Kecamatan Balinggi, serta Dusun 8, Desa Tolai, Kecamatan Torue.

Penyebab dan Dampak Banjir

Di Desa Balinggi Jati, hujan deras menyebabkan debit air Sungai Tapeau meningkat drastis. Kondisi ini mengakibatkan jebolnya tanggul di tiga titik, yang kemudian merendam permukiman warga, area persawahan, empang, dan jalan penghubung desa. BPBD mencatat sekitar 30 rumah warga di Desa Balinggi Jati terdampak, dan hingga Selasa (26/5), genangan air masih bertahan di wilayah tersebut.

Sementara itu, di Desa Tolai, banjir dipicu oleh meluapnya debit air sungai hingga merendam sebagian Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di wilayah perbatasan Desa Tolai dan Desa Balinggi. Lima rumah warga terdampak dalam insiden ini, dengan total delapan kepala keluarga atau 29 jiwa ikut merasakan dampaknya.

Penanganan dan Kebutuhan Mendesak

Asbudianto menambahkan, genangan air sempat membuat Jalan Trans Sulawesi tidak dapat dilalui kendaraan. Namun, kondisi di Desa Tolai kini telah berangsur surut, dan akses Jalan Trans Sulawesi kembali normal untuk dilalui kendaraan.

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan aparat desa serta masyarakat setempat. Dipastikan tidak ada korban jiwa maupun pengungsi akibat peristiwa ini.

Untuk penanganan lebih lanjut, BPBD mengidentifikasi kebutuhan mendesak di Desa Balinggi Jati adalah perbaikan dan penguatan tanggul sungai di tiga titik yang jebol. Sedangkan di Desa Tolai, diperlukan normalisasi saluran pembuangan irigasi di pinggir Jalan Trans Sulawesi guna mengurangi potensi banjir susulan.