Sebuah video yang merekam aksi kekerasan seorang pria terhadap perempuan di Kabupaten Trenggalek menjadi viral di media sosial. Peristiwa tragis ini berujung pada meninggalnya perempuan tersebut pada Minggu (1/3/2026) sore. Kepolisian Resor Trenggalek kini tengah mendalami kasus dugaan penganiayaan ini.
Dalam rekaman video yang beredar luas, terlihat seorang pria yang mengenakan kaus bertuliskan ‘Polisi Samapta’ menganiaya seorang perempuan dari belakang. Kekerasan brutal itu terjadi saat perempuan tersebut hendak naik ke boncengan sepeda motor. Lokasi kejadian diketahui berada di jalan masuk wilayah Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.
Korban perempuan diidentifikasi berinisial ED (33), warga Desa Tanjungkerang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Sementara itu, pria pelaku penganiayaan dalam video tersebut, berinisial AW (31), telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Penyelidikan Polisi dan Klarifikasi Identitas Pelaku
Kasi Humas Polres Trenggalek, AKP Katik, memastikan bahwa pihaknya masih terus melakukan penyelidikan intensif terkait kasus ini. Ia juga menegaskan bahwa sosok pria yang terekam dalam video tersebut bukanlah anggota kepolisian.
“Satreskrim Polres Trenggalek tetap melakukan penyelidikan terkait video yang viral di masyarakat mengenai dugaan penganiayaan yang dialami korban,” ujar AKP Katik, Senin (2/3/2026).
Dari informasi yang berkembang, korban perempuan disebut-sebut merupakan istri siri dari pelaku. Selain dugaan penganiayaan, korban juga dilaporkan meninggal dunia setelah menenggak cairan pembasmi rumput.
Korban sempat mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Pule sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr Soedomo Trenggalek. Namun, nyawa ED tidak tertolong dan ia meninggal dunia pada Minggu (1/3/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB.
“Korban menenggak cairan obat rumput dan sempat dibawa ke Puskesmas lalu dirujuk dan meninggal di RSUD dr Soedomo Trenggalek,” tutur AKP Katik.
Autopsi untuk Pastikan Penyebab Kematian
Untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, polisi telah melakukan autopsi pada dini hari tadi. Proses autopsi ini dilaksanakan oleh tim forensik bersama pihak kepolisian.
Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk membantu mengungkap peristiwa ini secara terang benderang. Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk mendapatkan kepastian mengenai penyebab kematian ED.
“Kita masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui pasti penyebab kematiannya, karena di video beredar ada dugaan penganiayaan, dan ada bukti juga korban meminum herbisida. Jadi nanti akan diketahui meninggal itu karena apa,” pungkas AKP Katik.
sumber gambar: jatimnow.com 