Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, memberikan instruksi tegas kepada seluruh pengurus di 81 federasi olahraga di Indonesia. Ia mendesak agar mereka memberikan perhatian serius terhadap perlindungan atlet dan melakukan langkah pencegahan konkret terhadap aksi pelecehan seksual di lingkungan olahraga masing-masing.

“Olahraga prestasi bukan tempat untuk pelecehan seksual. Apabila terbukti terjadi, sanksi tegas harus diberikan sesuai peraturan yang berlaku agar ke depan, hal tersebut tidak terulang,” kata Marciano Norman dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Pernyataan Marciano ini menanggapi munculnya kasus dugaan kekerasan fisik dan pelecehan seksual yang terungkap melalui laporan atlet panjat tebing dan atlet kickboxing. Ia mengecam keras tindakan pelecehan seksual dalam olahraga prestasi yang dinilainya mencederai tujuan mulia mengantar atlet meraih prestasi, mengibarkan bendera Merah Putih, dan membuat lagu Indonesia Raya berkumandang di panggung internasional.

Marciano mengimbau semua pengurus induk cabang olahraga, pengurus KONI di 38 provinsi, serta semua organisasi fungsional agar memberikan perhatian serius dengan melakukan pencegahan agar kasus serupa tidak lagi muncul di masa mendatang.

“Atlet maupun pelatih dan ofisial adalah patriot olahraga yang harus dilindungi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Marciano juga mengapresiasi keberanian para atlet yang telah berani melapor hingga kasus tersebut bisa mencuat dan ditangani secara hukum. Menurutnya, para atlet yang menjadi korban harus mendapatkan dukungan lahir dan batin, terutama pemulihan psikologi dari organisasi olahraga terkait.