Dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Jumat (8/5/2026). Bencana ini dipicu oleh curah hujan lebat yang mengguyur sejak Kamis malam (7/5/2026).
Kepala Seksi dan Operasi Basarnas Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengonfirmasi dua korban jiwa tersebut. “Betul, ada dua orang dilaporkan meninggal dunia, masing-masing perempuan lanjut usia bernama Naima usai 80 tahun dan seorang anak laki-laki Muhammad Arsyah berusia 5 tahun,” ujar Andi Sultan saat dikonfirmasi pada Jumat.
Kronologi dan Upaya Evakuasi
Andi Sultan menjelaskan bahwa tim penyelamat segera dikerahkan setelah mendapatkan informasi kejadian bencana banjir pada pukul 05.40 WITA dari masyarakat setempat. “Setelah menerima laporan, Tim Rescue Pos SAR Bone segera berangkat menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan evakuasi. Tim SAR Gabungan langsung melakukan proses penyelamatan dan evakuasi warga yang terdampak banjir di beberapa titik,” tuturnya.
Dalam operasi SAR tersebut, tim gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 67 orang dalam keadaan selamat. Namun, dua korban dinyatakan meninggal dunia akibat dampak banjir.
Andi Sultan merinci kondisi kedua korban. “Korban atas nama Naima ditemukan meninggal dunia di atas ranjangnya, penyebab kematiannya belum bisa kami pastikan, sementara Acca (Arsyah) tenggelam saat ayah korban sedang melakukan evakuasi mandiri. Sempat dilakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) namun usaha tersebut tidak berhasil,” jelasnya.
Dampak Banjir dan Wilayah Terdampak
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bone sejak Kamis malam (7/5/2026) menyebabkan beberapa kawasan terendam banjir dengan ketinggian air berkisar antara 0,5 hingga 2 meter. Kondisi ini mengakibatkan puluhan warga terjebak dan membutuhkan evakuasi segera.
Adapun wilayah terdampak banjir meliputi:
- Panyula
- Depan Polres Bone
- Kelurahan Masumpu
- Yos Sudarso
- Lingkungan Lengkongnge
- Rompe
Operasi SAR tersebut melibatkan unsur gabungan dari Basarnas, BPBD, Damkar, Satpol PP, Polres, Kodim, Brimob, PSC, serta masyarakat setempat.
Situasi Terkini dan Antisipasi
Pantauan cuaca di lokasi kejadian menunjukkan bahwa hujan masih mengguyur dengan suhu berkisar 19-30 derajat Celsius. Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan menyatakan akan terus bersiaga.
“Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus melakukan pemantauan dan siaga di wilayah terdampak banjir guna mengantisipasi adanya kondisi darurat lanjutan serta memastikan keselamatan masyarakat,” kata Andi Sultan menambahkan.
