Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meninjau langsung aktivitas siswa SMPN 70 Bandung dalam kegiatan Gerakan Jumat Bersih pada Jumat (6/2). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan budaya bersih dan kepedulian lingkungan di sekolah.

Wamen Fajar menjelaskan, arahan Presiden Prabowo disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul. Dalam rapat tersebut, Presiden mengajak seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk menggalakkan Gerakan Indonesia ASRI sebagai respons atas kondisi darurat sampah nasional. “Indonesia saat ini menghasilkan sekitar 142 ribu ton sampah per hari. Karena itu, perubahan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari,” ujar Wamen Fajar.

Menurutnya, sekolah merupakan ruang strategis pembentukan karakter. Gerakan Jumat Bersih ditekankan bukan sebagai kegiatan seremonial, melainkan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten melalui gotong royong sebelum peserta didik pulang sekolah. Selain itu, Wamen Fajar juga menyinggung pentingnya penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai bagian dari ekosistem sekolah yang bersih dan sehat. Lingkungan sekolah yang bersih merupakan prasyarat penting bagi kesehatan peserta didik dan mendukung pelaksanaan UKS secara optimal.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan bahwa di Kota Bandung, Gerakan Jumat Bersih bagi pelajar dikemas dalam program Pelajar Bergerak Bersih-Bersih atau Pager Bersih. Program ini diperkuat dengan sistem pengelolaan sampah kota, termasuk keberadaan Gaslah sebagai petugas pemilah sampah. Wamen Fajar berharap Kota Bandung dapat menjadi pelopor dan contoh bagi daerah lain dengan kolaborasi sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Wamen Fajar menegaskan bahwa Gerakan Jumat Bersih merupakan bagian penting dalam Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digalakkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Gerakan ini secara khusus bertujuan membangun sikap bermasyarakat dan tanggung jawab sosial. Ia menambahkan, pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, tetapi harus ditopang budaya peduli lingkungan dengan membiasakan peserta didik memilah sampah sejak dini.

Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan dialog bersama peserta didik, di mana Wamen Fajar menekankan pentingnya ibda’ binafsi, yaitu memulai dari diri sendiri, sebagai kunci perubahan perilaku. Usai dialog, Wamen Fajar memimpin aksi Gerakan Jumat Bersih bersama siswa SMPN 70 Bandung, didampingi Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Direktur SMP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, para Kepala UPT Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jawa Barat, serta Forkopimda Kota Bandung.