Penyanyi Ashanty menunjukkan sikap dewasa dan kemanusiaan usai memenangkan perkara hukum melawan mantan karyawannya, Ayu Chairun Nurisa. Meski telah meraih kemenangan di pengadilan atas kasus penggelapan dana, Ashanty memilih untuk memaafkan dengan tulus dan menegaskan tidak ingin menyimpan dendam berkepanjangan.
Menurut istri Anang Hermansyah ini, sebagai sesama manusia, saling memaafkan merupakan hal yang esensial, terutama jika pihak yang bersangkutan telah menunjukkan itikad baik. Pihak Ayu diketahui telah menyampaikan permohonan maaf melalui tim kuasa hukumnya.
Ashanty menerima permintaan maaf tersebut dengan lapang dada, meskipun tidak dilakukan secara langsung. “Memaafkan itu nggak perlu harus ketemu. Aku sudah memaafkan. Beliau juga sudah minta maaf lewat kuasa hukumnya. Sebagai sesama manusia, ya kita harus saling memaafkan,” ujar Ashanty.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya terbuka jika suatu saat ada keinginan untuk bertemu langsung. “Kalau memang mau ketemu langsung, aku nggak ada masalah. Aku nggak mungkin menolak orang yang datang untuk minta maaf, pintu selalu terbuka,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ashanty mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya tidak pernah memiliki keinginan untuk melihat seseorang dipenjara. Fokus utamanya hanyalah meminta pengakuan kesalahan dan tanggung jawab atas kerugian yang terjadi. “Dari dulu aku nggak pernah ingin dia ditahan. Aku cuma ingin ada permintaan maaf yang benar dan tanggung jawab,” kata Ashanty.
Kini, setelah proses hukum berjalan dan Ayu Chairun Nurisa menjalani hukuman, Ashanty memilih untuk mengikhlaskan semua kerugian materi yang sempat dialaminya. Ia percaya bahwa semua yang terjadi adalah bagian dari takdir. “Kalau sekarang sudah seperti ini, ya sudah. Aku ikhlaskan. Mungkin ini memang sudah jalannya,” tuturnya.
Dengan hati yang lebih lega, Ashanty mengaku ingin fokus pada kehidupannya dan keluarga, serta tidak ingin lagi terjebak dalam masa lalu.
