Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kaltim. Permintaan maaf ini terkait berbagai kritikan dan kegaduhan yang muncul di tengah publik, terutama menyangkut kebijakan dan penggunaan fasilitas publik.
Rudy Mas’ud Akui Kegelisahan Masyarakat
Dalam sebuah video yang diunggah di akun resmi Pemerintah Provinsi Kaltim pada Minggu (26/4) malam, Rudy Mas’ud mengakui adanya perhatian, masukan, dan kegelisahan dari masyarakat. “Beberapa hari terakhir, saya mengikuti berbagai perhatian masukan dan dan kegelisahaan ditengah masyarakat,” ujarnya.
Sebagai seorang gubernur, ia memahami bahwa kritik keras merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap daerah. Ia menyadari perlunya perbaikan dalam bersikap dan berkomunikasi. “Beberapa hari ini, saya banyak merenung saya menyadari ada hal-hal yang perlu saya perbaiki, baik dalam bersikap maupun dalam berkomunikasi. untuk itu dari lubuk hati yang paling dalam saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi,” ungkap Rudy Mas’ud.
Renovasi Rumah Dinas dan Sorotan Publik
Rudy Mas’ud juga memahami bahwa di tengah masyarakat masih banyak kebutuhan dasar yang harus dibenahi. Oleh karena itu, ia menilai wajar jika informasi terkait renovasi rumah jabatan dengan nilai yang cukup besar, termasuk item seperti kursi pijat dan akuarium air laut, menimbulkan rasa tidak nyaman dan pertanyaan di masyarakat.
Ia mengklarifikasi bahwa perencanaan paket renovasi rumah dengan pagu anggaran senilai Rp25 miliar tersebut sudah ada sebelum dirinya menjabat. “Perlu kami sampaikan secara jujur, bahwa perencanaan paket renovasi rumah dengan pagu anggaran senilai Rp25 miliar tersebut, memang sudah ada sebelum kami menjabat sebagai Gubernur Kaltim. Namun, saya menyadari sebagai gubernur saat ini tanggung jawab tetap ada pada saya,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak ingin mencari alasan dan akan meneliti lebih dalam prioritas anggaran agar sesuai dengan rasa keadilan masyarakat.
Langkah Konkret Gubernur Kaltim
Sebagai bentuk komitmen, Rudy Mas’ud mengumumkan beberapa langkah. Pertama, ia akan menanggung secara pribadi anggaran item renovasi rumah dinas yang tidak terkait fungsi kedinasan, seperti kursi pijat dan akuarium air laut. “Seluruh item dalam paket renovasi itu, akan kami evaluasi dan audit ulang secara terbuka agar masyarakat dapat melihat dengan jelas dan ikut mengawasinya,” kata politikus Partai Golkar itu. Ia juga berjanji akan melakukan penyesuaian agar penggunaan anggaran fasilitas pimpinan lebih sederhana dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. “Bahkan ke depan, saya juga akan melakukan penyesuaian agar penggunaan anggaran fasilitas pimpinan lebih sederhana dan lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat,” tukasnya.
Langkah kedua, mulai keesokan harinya, ia akan meniadakan keterlibatan keluarga dalam peran struktural yang berhubungan langsung dengan pemerintah provinsi Kaltim. Hal ini termasuk posisi Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim yang dijabat oleh adiknya, Hijrah Mas’ud. “Kami juga akan membuka ruang transparansi yang lebih luas agar setiap kebijakan bisa dipahami dan diawasi bersama. masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat saya terima, sebagai bentuk kepedulian dan cinta terhadap Kaltim,” kata Rudy Mas’ud.
Permohonan Maaf kepada Presiden Prabowo
Terkait pernyataan dirinya sebelumnya yang dikaitkan dengan pimpinan di tingkat nasional (Presiden) dan menimbulkan penafsiran yang kurang tepat, Rudy Mas’ud juga menyampaikan permohonan maaf. “Saya menegaskan, bahwa tidak ada maksud sedikitpun untuk membawa atau membandingkan pihak manapun dalam konteks yang tidak semestinya,” tuturnya. Ia berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam bertutur kata agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru, serta bekerja lebih teliti, peka, dan mendahulukan prioritas masyarakat Kaltim. “Mohon doa dan dukungan untuk meneruskan program-program kita dan memastikan setiap manfaatnya dan dirasakan langsung oleh masyarakat Kaltim,” pintanya.
Latar Belakang Kontroversi
Sebelumnya, Rudy Mas’ud telah menayangkan video ucapan terima kasih menanggapi aksi demonstrasi masyarakat dan mahasiswa Kaltim pada 21 April. Dalam demonstrasi tersebut, masyarakat menyoroti kebijakan gubernur Kaltim berupa pembelian mobil mewah senilai Rp8,5 miliar dan renovasi rumah dinas gubernur serta wakil gubernur sebesar Rp25 miliar, serta praktik nepotisme di pemerintahan Kaltim.
Kontroversi juga mencuat ketika Rudy Mas’ud membela penunjukan adiknya, Hijrah Mas’ud, sebagai Wakil Ketua TAGUPP. Ia membandingkan keputusannya dengan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Hashim Djojohadikusumo sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim. “Sama, Pak Hashim juga begitu. Apa bedanya pak Hashim dengan bapak presiden, kan dia percayakan, itu memang hak prerogatif,” kata Rudy. Pernyataan ini menuai respons dari berbagai kalangan yang menilai Rudy menyamakan dirinya dengan presiden, padahal hak prerogatif adalah kekuasaan khusus yang dimiliki kepala negara.
