Dua pertandingan pekan ke-24 Super League yang berlangsung Kamis (5/3) malam WIB menghadirkan hasil yang mungkin membuat pelatih baru Semen Padang, Imran Nahumarury, sedikit bernapas lega. PSBS Biak dan Persis Solo gagal meraih poin penuh, sebuah situasi yang berpotensi meringankan beban tim Kabau Sirah di dasar klasemen.

PSBS Biak Takluk di Kandang Persik Kediri

PSBS Biak harus mengakui keunggulan tuan rumah Persik Kediri dalam laga yang digelar di Stadion Brawijaya. Sempat unggul satu gol, tim berjuluk Badai Pasifik itu akhirnya menyerah dengan skor 1-2. Kekalahan ini menahan PSBS Biak di zona degradasi, tepatnya peringkat ke-16, dengan koleksi 18 poin.

Persis Solo Gagal Raih Kemenangan di Jepara

Sementara itu, Persis Solo yang bertandang ke markas sesama tim yang terancam degradasi, Persijap Jepara, harus puas berbagi angka. Laga sengit tersebut berakhir imbang tanpa gol. Hasil ini membuat kedua tim tetap berada dalam bayang-bayang ancaman terlempar dari Super League musim depan.

Implikasi bagi Semen Padang dan Imran Nahumarury

Dengan hasil minor yang diraih PSBS Biak dan Persis Solo, jarak poin antara Semen Padang yang berada di posisi juru kunci dengan tim-tim di atasnya tidak terlalu melebar. Semen Padang saat ini hanya berjarak tiga poin dari Madura United yang menempati anak tangga ke-14. Situasi ini memberikan sedikit “angin segar” bagi Imran Nahumarury yang baru memulai tugasnya sebagai pelatih, lantaran ia tidak memulai perjuangan dengan ketertinggalan poin yang terlalu jauh dari lima tim terbawah. Klasemen Super League setelah pertandingan Persik vs PSBS dan Persijap vs Persis tuntas dapat dilihat untuk detail lebih lanjut.

sumber gambar: gesit.id