Bencana banjir yang sempat melanda delapan kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dilaporkan mulai surut di sebagian besar wilayah. Kondisi ini mendorong ribuan warga yang sebelumnya mengungsi untuk kembali ke rumah masing-masing, meskipun beberapa area masih terendam.

Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Kalsel, Ahmadi, pada Kamis (15/1) menyatakan bahwa penurunan debit air terlihat signifikan. “Saat ini sebagian besar daerah terkena banjir sudah surut. Termasuk di Kabupaten Banjar ketinggian air juga mulai menurun dan sebagian pengungsi sudah kembali ke rumah mereka. Namun masih ada desa-desa sepanjang DAS yang masih terendam,” ungkap Ahmadi.

Seiring dengan kondisi banjir yang berangsur membaik, Dinas Sosial Kalsel telah menghentikan operasional dapur umum provinsi dan Kementerian Sosial. Penyaluran bantuan logistik selanjutnya akan diserahkan kepada masing-masing pemerintah kabupaten/kota. “Setelah 20 hari beroperasi dan atas berbagai pertimbangan terutama kondisi banjir yang berangsur surut, maka posko dan dapur umum kita tutup,” jelas Ahmadi.

Selama 20 hari beroperasi, dapur umum yang didukung Dinas Sosial Kalsel dan Kemensos ini telah menghabiskan sedikitnya 14 ton beras serta berton-ton ikan, ayam, dan telur untuk menyuplai kebutuhan pangan korban. Ahmadi memastikan stok pangan tanggap darurat di gudang masih mencukupi.

Data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalsel mencatat, banjir hingga kini masih merendam lebih dari 100 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Banjar. Sebanyak lebih dari 48 ribu keluarga atau sekitar 140 ribu jiwa masih terdampak. Jumlah pengungsi juga telah berkurang drastis, dari sebelumnya 4.500 jiwa kini tersisa 1.040 jiwa.

Selain Kabupaten Banjar, banjir juga masih melanda tiga kecamatan di Kabupaten Barito Kuala serta sejumlah desa pesisir di Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut. Kabupaten Banjar sendiri masih berstatus tanggap darurat bencana banjir.

Plt Camat Sungai Tabuk, Ranuwaty Rosa Yulinda, membenarkan bahwa sebagian warga terdampak banjir yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah. “Alhamdulillah debit air mulai berkurang dan pengungsi sudah mulai pulang ke rumah. Namun kami tetap menghimbau agar warga tetap waspada banjir susulan karena musim penghujan diperkirakan hingga beberapa pekan ke depan,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah warga korban banjir mengeluhkan lambannya penanganan bencana oleh pemerintah daerah, termasuk minimnya perhatian dari para wakil rakyat di DPRD maupun DPR RI.