Anwar Satibi, ayah kandung almarhum Nizam Syafei (12), mengungkapkan serangkaian kejanggalan mencurigakan terkait hubungan istrinya, yang merupakan ibu tiri Nizam, dengan anak angkat mereka. Pengakuan mengejutkan ini disampaikan Anwar dalam sebuah siniar bersama Denny Sumargo pada Senin, 23 Februari 2026, di tengah penyelidikan kasus kematian Nizam yang masih bergulir.
Anwar menceritakan bahwa rumah tangganya tidak hanya dihuni oleh dirinya, istri, dan Nizam. Seorang anak angkat laki-laki berusia sekitar 17 tahun, keturunan Arab, telah tinggal bersama mereka sejak lama. Remaja tersebut disebut memiliki riwayat perilaku buruk. “Anak saya itu (Nizam) dihantem, Bang. Anak itu umur berapa? Kelas 2 SMA pada saat itu. Kalau sekarang kelas 3. Tapi emang sifatnya nakal dia,” ujar Anwar dalam siniar tersebut. Ia menambahkan, anak angkat tersebut pernah mencuri telepon genggam, terlibat kasus pencurian sepeda motor, mengaku pernah mabuk, hingga kedapatan menyimpan film-film dewasa di ponselnya.
Kecurigaan Anwar mulai muncul setelah ia berulang kali menyaksikan perilaku tidak wajar antara istri dan anak angkatnya. Salah satu momen paling mencolok terjadi ketika Anwar pulang kerja dan mendapati anak angkatnya berada di kamar bersama istrinya dalam kondisi yang tidak biasa. “Saya pulang kerja, dia lagi mijitin istri saya. Dalam kondisi istri saya pakai dasteran gitu ya, setengah-setengah bugil lah. Dia (si anak angkat) pakai kolor (celana pendek), enggak pakai baju. Si anak angkat itu,” ungkap Anwar.
Awalnya, Anwar berusaha berpikir positif, menganggapnya sebagai interaksi biasa antara ibu dan anak. Namun, kejanggalan terus berulang. Ia juga pernah menemukan banyak film dewasa di ponsel anak angkatnya. “Yang saya kaget, banyak film (biru) di HP anak ini. Nah, saya tanya, ‘Jang ieu maneh naon HP loba film?’ Dikirim, dikirim ku baturan. Dikirim orang katanya,” ujarnya menirukan percakapan saat itu.
Hal lain yang paling mencolok adalah sikap istri Anwar yang selalu membela anak angkatnya, bahkan ketika remaja itu berkonflik dengan Nizam. “Kalau ada apapun dengan anak saya itu, yang dihantem anak saya, Bang,” tegas Anwar. Ia menambahkan, “Jadi, pantesan selama ini kalau dia berantem sama anak saya, membelanya benar-benar. Oh, ada indikasi pemikiran saya jadi bisa ke sana. Dugaannya jadi ke mana-mana gitu.”
Setiap kali terjadi pertengkaran, Nizam selalu menjadi sasaran kemarahan, bahkan kekerasan fisik. Anwar bahkan pernah melaporkan peristiwa penganiayaan Nizam oleh anak angkatnya ke Polres Sukabumi setahun silam. Saat itu, Nizam yang masih duduk di kelas 6 SD disiksa menggunakan kayu hingga babak belur oleh remaja yang sudah di bangku kelas 2 SMA. Laporan tersebut berakhir mediasi setelah istrinya bersumpah akan bertobat. “Dia sujud ke saya, jangan lapor mama mau taubat. Akhirnya terjadi perdamaian,” kenang Anwar.
Satu pernyataan anak angkatnya yang kini terus menghantui Anwar adalah saat remaja itu terlibat pertengkaran dengan istri Anwar. “Dia pernah ngomong gini, ‘Demi Allah Rasulullah ya, Dedek teh diajarkan enggak benar juga oleh mama’,” ujar Anwar mengulang pernyataan tersebut. Kala itu, Anwar mengartikan “diajarkan tidak benar” sebagai tindakan mencuri atau perilaku buruk lainnya. Namun, setelah serangkaian kejadian ini, ia mulai berpikir ke arah yang berbeda. “Cuman jadi waktu itu pemikiran saya, saya pikir suka enggak benar mencuri. Enggak mengarah ke sana. Di mana? Enggak mengarah ke sana. Iya. Iya. Kayak gitu. Iya. Astagfirullah. Kalau sekarang saya jadi kepikiran ya,” ungkap Anwar dengan nada gelisah.
Kecurigaan Anwar semakin menguat ketika suatu kali ia pulang ke rumah tanpa memberi tahu. Ia mendapati anak angkatnya berada di rumah, padahal sebelumnya ia selalu diingatkan untuk tidak pulang karena katanya banyak orang yang mencari dan membawa golok. “Anak itu ada di rumah, Bang. Di meja itu makanan semua ada. Ada jeruk di dapur, ada bebek ayam, ada apa. Pokoknya semua ada. Dan anak itu pun lari. Lari kenapa lari? Kabur melihat saya itu takut,” kisah Anwar. Baginya, reaksi kabur tersebut sangat mencurigakan. “Jadi justru dengan melihat hal seperti itu, saya lebih kuat pemikiran saya. Kalau dia enggak punya salah, ngapain harus takut sama saya?” ujarnya.
Hingga kini, Anwar mengaku tidak mengetahui keberadaan anak angkat tersebut. Ia meyakini istrinya menyembunyikan remaja itu dengan rapi, bahkan telah dibuatkan ATM agar tidak perlu datang langsung untuk menerima kiriman uang. “Saya pun sekarang tidak tahu anak ini ada di mana. Tapi saya yakin anak ini istri saya tahu gitu. Karena anak ini sudah dibuatkan ATM sama istri saya. Jadi, dia enggak perlu datang. Kalau mau ngasih bekal ke anak itu ya tinggal kirim,” ungkap Anwar.
Semua kejanggalan ini berujung pada tragedi kematian Nizam yang ditemukan dengan luka bakar di sekujur tubuh, diduga akibat dipaksa minum air panas oleh ibu tirinya. Sebelum meninggal, Nizam sempat memberikan kesaksian dalam video yang kini viral, mengaku “disuruh minum air panas sama mama”. Kasus ini kini tengah dalam proses penyidikan Polres Sukabumi dengan pendekatan scientific crime investigation. Sebanyak 16 saksi telah diperiksa, sementara hasil laboratorium forensik dari Pusdokkes Polri masih ditunggu untuk menentukan penyebab pasti kematian Nizam.
