Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Anggia Ermarini menyampaikan apresiasi tinggi terhadap hasil panen beras di Kabupaten Tulungagung. Apresiasi ini disampaikan saat ia mengikuti panen raya padi di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, pada Senin (27/4/2026).
Kegiatan panen raya ini turut dihadiri oleh perwakilan Bulog, menandai tren positif produksi beras nasional pada tahun 2026. Capaian ini sejalan dengan program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah, yang berhasil menghentikan impor beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Tulungagung, Penyangga Stok Beras Jawa Timur
Anggia Ermarini menyoroti peran strategis Tulungagung sebagai salah satu wilayah penyumbang pasokan beras terbesar di Jawa Timur. Ia memuji kualitas dan kuantitas produksi padi yang melimpah di daerah tersebut.
“Produksi padi di Tulungagung bagus. Sehingga Bulog punya stok beras yang berlimpah. Bahkan kini kapasitas gudang harus ditambah,” ujar Anggia, yang juga Ketua Komisi VI DPR RI.
Lebih lanjut, Anggia menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan realisasi dari program swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto. “Impian saya Indonesia itu tidak impor beras, dan kini impian sudah terwujud,” tegasnya.
Capaian positif di sektor pertanian ini diharapkan dapat memacu semangat para petani. Anggia menekankan pentingnya regenerasi petani muda dan transformasi teknologi pertanian untuk keberlanjutan sektor ini. “Mudah-mudahan bisa menjadi semangat petani. Sehingga regenerasi petani muda bisa terus berjalan,” terangnya.
Serapan Beras Bulog Capai 2,4 Juta Ton
Sementara itu, Direktur Pengadaan Bulog, Prihasto Setyanto, menambahkan bahwa Bulog menargetkan serapan beras hingga 4 juta ton pada tahun 2026. Hingga saat ini, realisasi serapan beras telah mencapai 2,4 juta ton.
“Juni nanti kami optimis bisa selesaikan target serapan beras sebanyak 4 juta ton,” imbuh Prihasto.
Khusus di Jawa Timur, serapan beras telah mencapai angka 1,3 juta ton, menjadikannya capaian tertinggi sepanjang sejarah di Indonesia. “Jadi ini memang capain tertinggi sepanjang sejarah di Indonesia terkait serapan beras yang dilakukan oleh Bulog,” paparnya.
Secara nasional, stok beras di gudang Bulog seluruh Indonesia mencapai 5,1 juta ton. Jumlah ini diperkirakan mampu bertahan hingga 11 bulan ke depan, bahkan jika tidak ada panen sama sekali. “Jika tidak ada panen sama sekali, kami masih punya cadangan beras 5,1 juta ton yang dapat bertahan selama 11 bulan ke depan,” pungkas Prihasto.
