SURABAYA – Relawan Siaga Kota Surabaya menggelar aksi Ramadan yang berbeda pada Senin, 16 Maret 2026. Bertempat di Simpang Empat Kertajaya, mereka tidak hanya membagikan 1.000 paket takjil, tetapi juga menyisipkan edukasi pentingnya memberi prioritas bagi kendaraan darurat, khususnya ambulans.
Kegiatan yang bertajuk “Siaga Kota Berbagi” ini berlangsung menjelang waktu berbuka puasa. Para pengendara yang masih dalam perjalanan menerima paket makanan ringan dan minuman yang seluruhnya berasal dari donasi para dermawan.
Roni Noor Adam, Koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa metode pembagian takjil dilakukan secara tertib saat lampu lalu lintas menyala merah. Hal ini bertujuan agar pengendara dapat menerima takjil dengan aman tanpa harus menghentikan kendaraan di luar jalur dan tidak memicu kemacetan.
“Pembagian dilakukan saat lampu merah sehingga pengendara bisa menerima takjil tanpa harus berhenti di sembarang tempat. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan arus lalu lintas tetap terjaga,” ujar Roni.
Selain berbagi takjil, relawan Siaga Kota Surabaya bekerja sama dengan EVO Team Surabaya dan Pesona Emergency Surabaya, membagikan flyer edukasi kepada pengguna jalan. Flyer tersebut berisi pesan mengenai kewajiban untuk memberi prioritas bagi kendaraan darurat yang melintas.
Edukasi ini dianggap krusial mengingat masih seringnya kendaraan penyelamat terhambat saat melintas di jalanan padat. Roni menambahkan, hambatan tersebut dapat berakibat fatal dalam situasi darurat.
“Kami masih kerap melihat ambulance kesulitan melintas karena terjebak kemacetan. Padahal memberi ruang beberapa detik saja dapat membantu proses penyelamatan,” tegas Roni.
Unit Lalu Lintas Polsek Mulyorejo turut hadir di lokasi untuk membantu pengaturan arus kendaraan. Kehadiran petugas kepolisian memastikan proses pembagian takjil berjalan tertib dan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.
Melalui kegiatan Ramadan ini, Siaga Kota Surabaya berharap dapat menumbuhkan budaya berbagi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan di jalan. Bagi para relawan, pesan yang ingin disampaikan sangat jelas: “sepotong takjil mungkin sederhana. Namun memberi jalan bagi ambulance bisa menyelamatkan nyawa.”
