Dunia musik Indonesia berduka atas kepergian musisi legendaris James F. Sundah. Pencipta lagu-lagu fenomenal ini mengembuskan napas terakhirnya di New York, Amerika Serikat, pada Kamis, 7 Mei 2026, waktu setempat. James F. Sundah meninggal dunia pada usia 70 tahun setelah berjuang melawan penyakit.
Kabar duka ini disampaikan oleh sang istri, Priscillia, melalui media sosial. “Dengan duka cita dan cinta yang mendalam, kami mengumumkan meninggalnya James F. Sundah, suami, ayah, sahabat, dan penulis lagu Indonesia yang tercinta,” tulis Priscillia. Kepergian James terjadi setelah ia berjuang cukup lama melawan kanker paru-paru yang dideritanya, meskipun telah menjalani perawatan medis intensif di Amerika.
Jejak Karya Abadi Sang Maestro
Mendiang James F. Sundah dikenal luas sebagai pencipta lagu-lagu yang melegenda di Tanah Air. Beberapa karyanya yang paling ikonik antara lain “Lilin-Lilin Kecil”, “September Ceria”, dan “Astaga”. Selain itu, ia juga melahirkan berbagai tembang hits lain seperti “Amburadul”, “Sakukurata”, hingga lagu bertema lingkungan berjudul “Ozon”.
Karier cemerlang James tidak hanya terbatas di pasar domestik, tetapi juga merambah kancah internasional. Ia diketahui turut andil dalam penulisan lagu “When You Came Into My Life” yang menjadi salah satu katalog mendunia milik band rock legendaris asal Jerman, The Scorpions.
Sepanjang hidupnya, James F. Sundah kerap bekerja sama dengan nama-nama besar di industri musik, termasuk Titiek Puspa, Vina Panduwinata, Krisdayanti, hingga diva asal Malaysia, Sheila Majid. Selain berkarya, ia juga dikenal sebagai aktivis yang sangat vokal dalam memperjuangkan hak cipta serta kesejahteraan para musisi di Indonesia.
Penghormatan Terakhir dan Ungkapan Duka
Jenazah James F. Sundah rencananya akan dimakamkan di New York pada Senin mendatang, setelah seluruh rangkaian prosesi ibadah penghormatan terakhir selesai dilaksanakan. Pihak keluarga akan mengadakan ibadah penghiburan dan pelepasan jenazah sebagai bentuk penghormatan tertinggi.
Kepergian James F. Sundah turut mengundang simpati mendalam dari presenter senior Helmy Yahya, yang merasa sangat kehilangan sosok sahabat sejati. Melalui akun Instagram pribadinya, Helmy mengunggah poster duka cita sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi besar James terhadap industri musik Tanah Air.
Dalam pesan perpisahan yang mengharukan, Helmy mendoakan agar sang sahabat dapat beristirahat dengan tenang sambil mengenang perjalanan panjang persahabatan mereka yang penuh kesan. “Selamat jalan, Bro James! Karya2mu akan abadi di hati kami. Terima kasih untuk persahabatan yang demikian panjang. Tuhan sangat sayang padamu. Beristirahatlah!” tulis Helmy.
Helmy Yahya juga meyakini bahwa filosofi dari lagu “Lilin-Lilin Kecil” akan terus menyala untuk menerangi jalan hidup generasi musisi selanjutnya. Ia menegaskan bahwa James merupakan salah satu komponis terbaik dan pejuang hak cipta paling gigih yang pernah dimiliki Indonesia.
