Ahmad Baharudin resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penunjukan ini dilakukan menyusul penetapan Gatut Sunu Wibowo, bupati sebelumnya, sebagai tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Surat perintah pelaksanaan tugas dan wewenang bupati tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Senin (13/4/2026). Ahmad Baharudin, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Tulungagung, kini mengemban tanggung jawab berat untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan.

Prioritaskan Kondusifitas dan Kelanjutan Program

Ditemui usai menghadiri final Liga Pendidikan, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa menjaga kondusifitas masyarakat menjadi prioritas utama pasca-operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret bupati sebelumnya. Ia mengakui bahwa menjalankan tugas sebagai Plt Bupati Tulungagung bukanlah perkara mudah dalam situasi saat ini.

Baharudin meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk tetap menjalankan tugasnya. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Nanti kami akan mendapat pendampingan dari Kemendagri dan Pemprov Jatim agar tata pemerintahan di Tulungagung tetap berjalan,” ujar Baharudin pada Senin (13/4/2026).

Lebih lanjut, Baharudin memastikan bahwa program-program prioritas yang telah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akan terus berlanjut. Seluruh proyek pekerjaan infrastruktur, baik yang belum selesai maupun yang sudah dalam tahap lelang, dipastikan akan berjalan sesuai rencana. Visi dan misi pemerintahan juga tidak akan mengalami perubahan.

“Proyek tetap berjalan karena sudah menjadi program prioritas Pemkab Tulungagung dan sudah dianggarkan ke dalam APBD. Karena sebagai Plt Bupati Tulungagung tidak bisa merubah program strategis,” jelasnya.

Tantangan Mempelajari Anggaran dan Program

Selama menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung, Baharudin mengaku tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan anggaran dan program. Oleh karena itu, ia memerlukan waktu untuk mempelajari postur anggaran dan program yang sudah direncanakan.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Baharudin untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan maksimal dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Saya juga harus memberikan semangat kepada ASN agar pemerintahan dan layanan kepada masyarakat tetap berjalan,” pungkasnya.