Hujan deras berdurasi panjang memicu bencana tanah longsor di Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Kamis (30/4) malam. Peristiwa ini mengakibatkan sedikitnya empat rumah warga mengalami kerusakan serius akibat terjangan material tanah.

Kapolsek Bandar, Agus Budiono, mengonfirmasi bahwa kontur tanah yang curam di wilayah tersebut tidak mampu menahan resapan air hujan yang tinggi. Akibatnya, material tanah longsor dan menghantam bagian dapur serta teras rumah warga. “Material tanah mengenai tembok rumah hingga ada yang jebol,” ujar Agus Budiono di Pacitan, Jumat (1/5).

Rincian Kerusakan dan Kerugian Material

Berdasarkan data kepolisian, kerusakan terparah menimpa dua warga di Dusun Krajan, yaitu Katimin dan Mardi. Dapur rumah mereka jebol diterjang material longsor, dengan taksiran kerugian masing-masing mencapai Rp 5 juta.

Selain itu, rumah Turmudi, juga di Dusun Krajan, mengalami kerusakan pada bagian dapur belakang dengan kerugian sekitar Rp 3 juta. Sementara itu, di Dusun Pager Gunung, teras rumah milik Wagiono tertutup material longsor, dengan taksiran kerugian sekitar Rp 3 juta.

  • Katimin (Dusun Krajan): Dapur jebol, kerugian Rp 5 juta.
  • Mardi (Dusun Krajan): Dapur jebol, kerugian Rp 5 juta.
  • Turmudi (Dusun Krajan): Dapur belakang rusak, kerugian Rp 3 juta.
  • Wagiono (Dusun Pager Gunung): Teras tertutup material longsor, kerugian Rp 3 juta.

Total kerugian material akibat bencana ini diperkirakan mencapai belasan juta rupiah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Evakuasi dan Imbauan Keselamatan

Hingga saat ini, petugas kepolisian bersama pemerintah desa setempat dan warga telah bergotong royong melakukan upaya evakuasi serta pembersihan material longsor yang menimbun bangunan. Pemulihan akses dan kondisi rumah terdampak terus diupayakan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di area rawan bencana di bawah tebing, untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Mengingat curah hujan yang masih fluktuatif, potensi longsor susulan di wilayah dengan kontur tanah curam tetap perlu diwaspadai.